Wah...Lewati Tarogong Kidul, Cilawu Kini Terbanyak Covid-19 Garut

Wah...Lewati Tarogong Kidul, Cilawu Kini Terbanyak Covid-19 Garut

INILAH, Garut - Kasus positif Covid-19 di Kecamatan Cilawu terus bertambah dan kini menjadi kecamatan terbanyak terdapat kasus positif Covid-19, melewati Kecamatan Tarogong Kidul yang selama ini memiliki kasus positif Covid-19 terbanyak di Kabupaten Garut.

Berdasarkan data Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Garut per 10 Oktober 2020, jumlah kasus positif Covid-19 di Kecamatan Cilawu mencapai sebanyak 36 kasus. Sedangkan di Kecamatan Tarogong Kidul mencapai sebanyak 34 kasus.

Peningkatan kasus positif di Kecamatan Cilawu terbilang signifikan, bahkan pascapemberlakuan Pembatasan Sosial Berskala Mikro (PSBM) di wilayah berbatasan Kabupaten Tasikmalaya tersebut per 21 September 2020. 

Saat itu, jumlah kasus positif di Kecamatan Cilawu mencapai sebanyak 13 kasus. Sedangkan di Tarogong Kidul sebanyak 22 kasus. 

Sesuai Kepbup Garut Nomor 443/Kep.853-KESRA/2020 tentang Penetapan Wilayah dan Jangka Waktu PSBM, kedua kecamatan tersebut masuk di antara delapan kecamatan diberlakukan PSBM. 

Keenam kecamatan lainnya yaitu Kecamatan Sukawening dengan sebanyak 25 kasus positif dari sebelumnya 18 kasus, Karangpawitan sebanyak 19 kasus dari sebelumnya 14 kasus, Garut Kota sebanyak 26 kasus dari sebelumnya 22 kasus, Bayongbong sebanyak 13 kasus dari sebelumnya 12 kasus, Cikajang sebanyak 14 kasus dari sebelumnya 12 kasus, dan Kecamatan Banyuresmi sebanyak 20 kasus (11 kasus di antaranya napi Lapas Garut pindahan LP Cipinang Jakarta) dari sebelumnya 6 kasus. 

Kasus positif Covid-19 sendiri tersebar di 30 dari 42 kecamatan yang ada di Kabupaten Garut dengan 12 kecamatan di antaranya memiliki sepuluh hingga lebih kasus positif. Sebanyak enam kecamatan masuk zona merah berisiko tinggi Covid-19 (level kewaspadaan Covid-19 tingkat kecamatan per 21-30 September 2020). Yakni Kecamatan Cilawu yang kini memiliki 36 kasus positif, Tarogong Kidul 34 kasus, Garut Kota 26 kasus, Sukawening 25 kasus, Banyuresmi 20 kasus, dan Kecamatan Karangpawitan 19 kasus.

Di dua kecamatan sebelumnya berada di zona hijau belum terdampak Covid-19, kini ditemukan kasus positif Covid-19 sebanyak lima kasus di Kecamatan Banjarwangi, dan dua kasus di Kecamatan Cibalong. Jumlah kecamatan zero kasus positif Covid-19 pun berkurang menjadi sebanyak 12 kecamatan, yaitu Kecamatan Sucinaraja, Singajaya, Cihurip, Peundeuy, Pameungpeuk, Cisompet, Cikelet, Mekarmukti, Pakenjeng, Cisewu, Caringin, dan Kecamatan Pamulihan.

Selengkapnya sebaran kasus positif Covid-19 di 30 kecamatan yaitu di Kecamatan Cilawu (36 kasus), Tarogong Kidul (34 kasus), Garut Kota (26), Sukawening (25), Banyuresmi (20), Karangpawitan (19), Tarogong Kaler (14), Selaawi (14), Cikajang (14), Bayongbong (13), Cibatu (11), Leles (10), Balubur Limbangan (9), Kadungora (8), Wanaraja (7), Cisurupan (6), Leuwigoong (6), Banjarwangi (5), Samarang (5), Karangtengah (3), Kersamanah (3), Cigedug (2), Pangatikan (2), Malangbong (2), Cibalong (2), Sukaresmi (2), Bungbulang (1), Cibiuk (1), Talegong (1), dan Kecamatan Pasirwangi (1).

Hingga 10 Oktober 2020, pascapemberlakukan PSBM sekaligus dinyatakan Garut Darurat Covid-19, terdapat penambahan kasus positif Covid-19 sebanyak 107 dari semula sebanyak 195 kasus dengan sembilan kematian menjadi sebanyak 302 kasus dengan 13 kematian.  

Secara kumulatif, sebaran kasus kontak erat juga bertambah dan meluas di seluruh kecamatan. Sedangkan kasus suspek tersebar di 41 kecamatan. Hanya satu kecamatan tak terdapat kasus positif maupun kontak erat, yakni Kecamatan Cihurip.(zainulmukhtar)