Bandung Zona Merah, Persib Kesulitan Gelar Uji Coba

Bandung Zona Merah, Persib Kesulitan Gelar Uji Coba
foto: Persib Media Official

INILAH, Bandung - Pelatih Persib Bandung Robert Rene Alberts mengaku mendapatkan kendala dalam mempersiapkan timnya. Terutama mengenai uji coba. 

Pasalnya saat ini, Kota Bandung masuk dalam zona merah pandemi Covid-19. Sehingga keinginan untuk mengundang tim lain untuk beruji coba batal terlaksana. 

"Bandung menjadi zona merah untuk saat ini, dan saya mendapat informasi, jika kami hanya berlatih atau gim internal, Polisi tidak mempermasalahkan. Tapi jika kami mengajak tim dari luar (untuk uji coba) meski itu digelar tanpa penonton di Bandung, kami belum mendapat jawaban positif dari Polisi untuk melakukan itu," ungkap Robert. 

Pelatih asal Belanda ini pun tak mau memaksakan untuk bisa beruji coba dengan tim lain. Terlebih jika alasannya demi menghindari paparan Covid-19. 

"Tapi untuk bermain internal itu akan sangat membosankan, jadi kami berharap ada solusi terbaik sehingga kami bisa bermain melawan tim dari luar Bandung dalam 2-3 pekan ke depan tergantung jika liga jadi digelar November atau tidak," tuturnya. 

Gim internal itu sendiri, kata Robert sudah dilakukan pada Sabtu (10/10/2020) kemarin. Skuatnya dibagi menjadi dua tim dengan durasi 2x45 menit. 

"Jika kami mengulanginya (gelar kembali gim internal) itu tidak baik. Untuk saat ini kami akan berlatih dan melihat apa yang akan terjadi," katanya. 

Bahkan, lanjutnya dari hasil analisa yang dilakukan, gim internal itu merupakan latihan yang sangat bagus, namun bisa menjadi pertandingan yang buruk. 

"Tapi semua tahu bola harus tetap bergulir. Jadi kami harus tetap melanjutkan itu. Ada sedikit cedera dari Jardel di bagian hamstring, sedangkan yang lainnya tidak masalah," bebernya.

Meski demikian, Robert mengaku sedikit lega. Pasalnya kondisi fisik para pemainnya tetap oke meski baru menjalani liburan selama sepekan. 

"Tapi secara mental ada masalah yang besar. Karena kami tidak bisa terus-terusan mengulang, secara motivasi itu sangat membingungkan bagi pemain dan membuat mereka tidak termotivasi. Kami harus memahami itu karena tidak ada keputusan yang pasti," pungkasnya. (Muhammad Ginanjar)