Polresta Cirebon Terima Penghargaan dari KPA RI

Polresta Cirebon Terima Penghargaan dari KPA RI

INILAH, Cirebon - Polresta Cirebon menerima penghargaan dari Komnas Perlindungan Anak (KPA). Hal itu dikarenakan respons cepat pengungkapan kasus kejahatan terhadap anak.

Penghargaan KPA diberikan kepada Kapolresta Cirebon Kombes Pol M Syahduddi, Kasat Reskrim Kompol Rina Perwitasari, Kanit PPA IPTU Dwi, serta penyidik Unit PPA Satreskrim Polresta Cirebon.

Ketua Komnas Perlindungan Anak RI Arist Merdeka Sirait, yang diwakili Sekjen KPA Dhanang Sasongko menyerahkan langsung piagam penghargaan tersebut di Mapolresta Cirebon, belum lama ini. Kombes Pol Syahduddi mengatakan, diterimanya penghargaan itu tidak lepas dari kerja keras jajaran Unit PPA Satreskrim Polresta Cirebon.

"Para penyidik sudah bekerja maksimal dalam merespons cepat penanganan kasus kejahatan terhadap anak sehingga mendapat penghargaan dari KPA," ungkap Syahduddi, Minggu (11/10/2020).

Menurutnya, selama Januari sampai September 2020, Unit PPA Satreskrim Polresta Cirebon telah menangani 59 kasus kekerasan terhadap anak. Dari jumlah tersebut, 29 kasus di antaranya telah memasuki proses penyidikan.

Kemudian, 30 kasus lainnya masih dalam tahap penyelidikan untuk meminta keterangan saksi dan mengumpulkan bukti-bukti. Syahduddi mengakui, kasus kekerasan dalam rumah tangga (KDRT), mendominasi dari puluhan kasus kejahatan terhadap anak yang ditangani Unit PPA Satreskrim Polresta Cirebon.

"Berdasarkan data, jumlah kasus kekerasan terhadap anak pada tahun ini meningkat dibanding tahun lalu. Selama 2019 kami menangani 39 kasus kekerasan terhadap anak," ujarnya.

Miris, dikatakan Kapolresta, para pelaku kasus tersebut juga sebagian besarnya merupakan orang terdekat anak yang menjadi korban, mulai pihak keluarga hingga para tetangga korban. Mestinya merekalah yang seharusnya melindungi, tapi mereka malah jadi pelaku kekerasan terhadap anak.

"Kami juga bekerja sama dengan sejumlah pihak dalam penanganan kasusnya. Terutama pendampingan untuk memulihkan kondisi psikologis korban yang mengalami trauma," pungkas Syahduddi. (maman suharman)