Dedie Pimpin Kwarcab Pramuka Kota Bogor

Dedie Pimpin Kwarcab Pramuka Kota Bogor
Dedie A Rachim terpilih menjadi Ketua Kwarcab Pramuka Kota Bogor periode 2020-2025. (rizki mauludi)

 

INILAH, Bogor - Kwarcab Gerakan Pramuka Kota Bogor menggelar Musyawarah Cabang (Muscab) XIII di Jbound Outbound & Edutainment, Bogor Nirwana Residence (BNR), Kota Bogor, Sabtu (10/10/2020). Hasilnya, Dedie A Rachim terpilih menjadi Ketua Kwarcab Pramuka Kota Bogor periode 2020-2025 menggantikan Ade Sarip Hidayat.

Diketahui, pada Muscab kali ini hanya menghadirkan 21 orang yang merupakan perwakilan dari enam Kwartir Ranting dan Kwartir Cabang mengingat masih dalam masa pandemi.

Wali Kota Bogor Bima Arya mengucapkan terima kasih dan apresiasi setinggi-tingginya atas penghargaan yang diterima Kwarcab Pramuka Kota Bogor sebagai yang Kwarcab tergiat ke-1 di Jawa Barat. Sejatinya mempertahankan jauh lebih berat dari merebut penghargaan.

"Jadi, meski Ketua Kwarcab Pramuka Periode 2015-2020 Ade Sarip Hidayat telah selesai masa kepemimpinannya, namun diperlukan bimbingan dan arahannya kepada Ketua Kwarcab Pramuka terpilih, Dedie A Rachim," ungkap Bima.

Bima melanjutkan, kalau dipelajari kepengurusan Ade Sarip berjalan maksimal karena dua faktor, yakni ketulusan dan kewenangan.

"Ketulusan atas dasar kemauan kita mengamalkan Dasa Dharma Pramuka dan kewenangan memadukan mimpi dan program Pemkot dengan kegiatan Pramuka yang dibutuhkan masyarakat," tambah Bima yang juga Ketua Mabicab Pramuka Kota Bogor.

Bima menuturkan kiprah dan gerakan kemanusiaan Pramuka Kota Bogor, saat pergantian tahun Pramuka turun mengawal, ada kemacetan turun, program naturalisasi Ciliwung Pemkot Bogor juga Pramuka turut membantu. Dia mengaku senang melihat sosok yang tepat yakni ada ketulusan dan kewenangan di Ketua Kwarcab Pramuka terpilih Dedie A Rachim.

"Semoga bisa mempertahankan prestasi yang sudah ditorehkan dan gerakan Pramuka bisa tercatat di sejarah Kota Bogor, apalagi di situasi sulit seperti ini," tegas Bima.

Di tempat yang sama, Ade Sarip Hidayat mengatakan, Muscab XIII ini selain untuk mempertanggungjawabkan kepengurusan 2015-2020 juga untuk memilih Ketua Kwarcab baru. Ia teringat ketika sepuluh tahun lalu ia bersama pengurus lain menghidupkan kembali gerakan Pramuka yang mati suri dan berada di urutan tergiat ke-22 se-Jawa Barat.

"Bahkan, Pramuka dahulu tidak ada kegiatan, di sekolah tidak tersosialisasikan dengan baik, jumlah peserta didik tidak sebanding dengan jumlah pembina Pramuka yang tersertifikasi dan lainnya. Kami gelar pelatihan dan kegiatan-kegiatan yang membuat Pramuka tergiat ke-3," jelasnya.

Ade juga membeberkan, upaya tidak berhenti sampai di situ, pihaknya terus merapikan beberapa catatan yang membuat Kwarcab Pramuka Kota Bogor belum mencapai peringkat satu. Hingga di tahun ini Kwarcab Pramuka Kota Bogor didasarkan ketulusan dan keikhlasan meraih juara satu yang artinya cita-cita menjadi tergiat ke satu telah tercapai.

"Kepengurusan nanti tinggal mempertahankan juara satu ini. Kami sepakat mengurus Pramuka bukan sekedar mau dan mampu, tapi juga harus punya ketulusan dan otoritas," pungkasnya. (rizki mauludi)