Sumur Resapan, Cara Lain Selamatkan Puncak?

Sumur Resapan, Cara Lain Selamatkan Puncak?
Ilustrasi/Antara Foto

INILAH, Bogor- KONDISI lingkungan di wilayah Puncak makin parah. Banjir sudah terjadi di kawasan hulu. Adakah sumur resapan bisa menyelamatkan?

Ini yang sedang dirancang Pemerintah Kabupaten Bogor. Mereka akan intensif membangun sumur serapan di wilayah Puncak. Diharapkan, sumur-sumur di kawasan hulu ini bisa membantu pengendalian air, sekaligus menghindari banjir.

“Sumur resapan yang akan kita bangun di Puncak bisa membantu pengendalian banjir di daerah tersebut. Sebab, airnya kita pusatkan di titik-titik tertentu,” kata Asisten Ekonomi dan Pembangunan Sekretariat Daerah Kabupaten Bogor, Joko Pitoyo di Cibinong, Minggu (11/10).

Selain membantu pengendalian banjir, pembangunan sumur resapan, terutama di Kecamatan Sukamakmur, Cariu, Tanjungsari dan sekitarnya, juga membantu ketersediaan air bersih bagi masyarakat sekitar.

“Fungsi sumur resapan di daerah rawan kekeringan seperti di wilayah timur Kabupaten Bogor seperti Sukamakmur, Cariu, Tanjungsari, Jonggol dan lainnya itu untuk membantu ketersediaan air bersih bagi masyarakat sekitar. Tapi kalau untuk kebutuhan sawah, terutama sawah tadah hujan, dibutuhkan prmbangunan dam karet ataupun embung,” sambungnya.

Joko menuturkan sumur resapan juga akan menyimpan air tanah dalam yang akan mempengaruhi potensi 'kiriman' banjir ke wilayah hilir seperti DKI Jakarta maupun Depok.

“Agar lebih efektif mengurangi potensi 'kiriman' banjir ke wilayah hilir seperti DKI Jakarta maupun Depok, maka penentuan titik sumur resapan jangan berada di lahan rawan longsor,” tutur Joko.

Pria yang saat ini juga bertugas sebagai Plt Kepala Badan Perencana Pembangunan Penelitian dan Pengembangan Daerah ini menjelaskan pembangunan ribuan sumur resapan ini pada tahun 2021 akab didukung oleh Kementerian Agraria Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) maupun Kementerian Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang.

“Project Management Office (PMO) Kementerian ATR/BPN maupun Kementerian PU-PR berencana meningkatkan jumlah sumur serapan di Kabupaten Bogor maupun Kota Bogor. Hal ini dilakukan demi mencegah bencana alam banjir dan ketersediaan air bersih,” jelasnya.

Joko melanjutkan untuk mengendalikan risiko bencana alam banjir di Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang dan Bekasi (Jabodetabek), maka dibutuhkan jutaan buah sumur resapan.

“Kalau kita mau mengendalikan atau mencegah bencana alam banjir maka kita butuhkan 400.000-1.200.000 sumur resapan, mulai dari hulu hingga hilir, mulai dari Puncak, Cianjur hingga Jakarta, Bekasi maupun Tangerang sebagai daerah aliran sungai (DAS) Ciliwung-Cisadane,” lanjut Joko. (Reza Zurifwan)