SMAN 18 Kota Bandung Serahkan 210 Ijazah kepada Orang Tua dan Siswa

SMAN 18 Kota Bandung Serahkan 210 Ijazah kepada Orang Tua dan Siswa
Foto: Okky Adiana

INILAH, Bandung - Sebanyak 210 ijazah SMAN 18 Kota Bandung tahun angkatan 2012-2019 belum diambil oleh pihak orangtua atau siswa yang bersangkutan. Pada kesempatan ini, pihak sekolah secara simbolis menyerahkan ijazah.

Kepala SMAN 18 Kota Bandung Nani Mulyani mengatakan belum diambilnya ijazah tersebut umumnya dikarenakan orangtua siswa memiliki kewajiban ke sekolah, baik itu kewajiban iuran bulanan maupun dana sumbangan pembangunan (DSP). Sehingga mereka menjadi sungkan untuk datang ke sekolah dan menyebabkan ijazah itu tidak diambil.

"Kami tidak menahan ijazah itu secara sengaja. Makanya saya mengambil keputusan berani, untuk menyerahkannya. Saya tidak ingin ada alasan bahwa ijazah tidak diambil karena yang dikaitkan dengan uang lagi. Mulai saat ini ijazah (yang belum diambil) apapun, siapapun tidak ada kaitkan dengan uang lagi. Ketika memang ijazah itu semuanya harus diberikan maka akan kami berikan. Sehingga tidak ada ijazah yang tersimpan di sekolah, dengan alasan keuangan,” tegas Nani, Senin (12/10/2020).

Menurut Nani, keadaan ekonomi orangtua siswa di SMAN 18 Bandung golongannya terbilang menengah ke bawah. Sehingga tidak begitu banyak yang melanjutkan ke perguruan tinggi.

“Makanya saya mengambil keputusan bagikan saja. Uang tidak punya, ke perguruan tinggi juga tidak. Maka saya ambil keputusan serentak dibagikan,” kata Nani.

Sedangkan untuk pengambilan ijazah tersebut, kata Nani, siswa terkait harus datang langsung ke SMAN 18 Bandung untuk menandatangani sekaligus cap tiga jari.

“Kami hubungi siswa dan orangtua siswa untuk datang ke sekolah. Kalau dalam seminggu tidak diambil maka akan ada pihak sekolah yang mendatangi ke rumah mereka terjauh di daerah Kota Cimahi,” imbuhnya.

Ia berharap dengan ijazah yang sudah dibagikan, bisa dimanfaatkan sebaik mungkin oleh para lulusannya.

Sementara itu, Kepala Cabang Dinas Pendidikan wilayah VII (Kota Cimahi & Kota Bandung) Endang Susilastuti mengatakan bahwa hal yang dilakukan SMAN 18 Bandung merupakan tindak lanjut dari surat edaran Kadisdik Jabar, himbauan untuk tidak ada penahanan ijazah.

Sebagaimana dalam aturan Sekjen Kemdikbud Nomor 5/2020 sekolah tidak boleh menahan ijazah. Hak para siswa melakukan pembelajaran selama tiga tahun lulus harus disampaikan.

“Kami menghimbau kepada teman-teman di Kota Bandung dan Cimahi jangan menahan ijazah. Karena ijazah merupakan dokumen penting yang harus diserahkan kepada siswa yang telah lulus,” kata Endang di SMAN 18 Bandung.

Pihaknya mengapresiasi apa yang telah dilakukan SMAN 18 Bandung yang telah menyerahan secara masal ijazah yang belum diambil, dengan alasan apapun.

"Kami berharap semua sekolah yang ada di Kota Bandung dan Kota Cimahi baik negeri maupun swasta menyerahkan ijazah yang belum diambil," pungkas Endang. (Okky Adiana)