Biasanya Lima Hingga Tujuh, Saat Ini Tiga Daerah di Jabar Masuk Zona Merah

Biasanya Lima Hingga Tujuh, Saat Ini Tiga Daerah di Jabar Masuk Zona Merah
dok/inilahkoran

INILAH, Bandung - Kembali terjadi penggeseran peta risiko penyebaran Covid-19 di Jawa Barat. Pada pekan ini cenderung membaik.

Salah satu indikasinya, yaitu jumlah kabupaten kota berstatus zona merah yang menurun. Di mana biasanya ada lima hingga tujuh yang masuk zona merah.

Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil mengatakan per minggu ini terdapat tiga daerah yang berstatus zona merah. Tiga daerah yang masuk zona merah tersebut adalah Kabupaten Karawang yang masih terdapat klaster industri dan rumah tangga, Kabupaten Kuningan yang memiliki klaster pesantren. Satu lagi adalah Kabupaten Bekasi yang angka kasus masih tinggi.

"Pertama kalinya di Jawa Barat zona merah hanya tiga, biasanya lima atau tujuh. Daerah yang masuk zona merah sebelumnya, Kota Bandung sudah oranye lagi, KBB (Kabupaten Bandung Barat) juga oranye lagi. Bandung raya tidak ada lagi zona merah,” ujar Ridwan Kamil, Senin (12/10/2020).

Ridwan Kamil mengklaim pengendalian Covid-19 sejauh ini sudah kian baik. Adapun daerah di Bodebek kebijakannya segera dikoordinasikan menyusul Pemerintah Provinsi DKI Jakarta yang saat ini sudah melakukan PSBB transisi. Artinya, pengetatannya mulai dilonggarkan.

Berita baik lainnya, yaitu tingkat ketersisian di Rumah Sakit menurun. Mengindikasikan ketersediaan ruang isolasi kembali tidak melewati batas WHO. Di mana saat ini persentase ketirisian di Rumah Sakit di Jawa Barat berada di angka 54 persen setelah sempat berada di angka 58 persen.

“Jabar secara umum hari ini beritanya banyak berita baik, kasus dan angka yang dilaporkan menunjukan jauh lebih baik dibandingkan sebelumnya," katanya.

Kendati demikian, dia melanjutkan, untuk aktivitas sekolah saat ini masih belum bisa dilalikan secara tatap muka kendati secara umum pengendalian Covid-19 di Jabar kian membaik. Mengingat belum ada daerah di Jawa Barat yang berstatus zona hijau.

“Sekolah itu dibuka kalau zona hijau. (Kondisi Jawa Barat) Terkendali ini belum aman. Kasusnya masih ada. Aman itu zona hijau. Pertanyaan itu akan terjawab kalau ada zona hijau, tapi sekarang juga udah nanggung. Kurikulum Biasanya Lima Hingga Tujuh, Saat Ini Tiga Daerah Masuk Zona Merah
udah bergerak. Keputusan kami based on data,” kata dia.

Begitupula dengan aktivitas pesantren. Keberadaan klaster di Kuningan menjadi salah satu pertimbangan. Dia sendiri sudah meminta bupati Kuningan untuk melakukan tracing dan menerapkan siaga satu.

Namun berbeda dengan pembukaan Bioskop yang dikeluarkan Pemerintah Kota Bandung, menurut dia, hal itu adalah kebijakan lokal meski secara epidemiologi menyapakati ada potensi bahaya. 

“Tapi kalau sifatnya bisa diyakinkan tidak ada maslah. Intinya, setiap kebijakan itu harus tanggungjawab,” katanya.

Emil -sapaan Ridwan Kamil- pun menjelaskan, mengenai opsi ketersediaan vaksin Covid-19 akan terbagi dua secara umum. Yang pertama adalah yang sedang dalam tahap pengetesan dan kedua adalah yang dibeli langsung oleh pemerintah pusat. 

Dia sendiri akan melakukan pembahasan untuk membuka kemungkinan Pemerintah Provinsi Jawa Barat terfasilitasi dari pembelian oleh pemerintah pusat. Dalam urutan epidemiologi, menurut dia, yang paling utama adalah imunitas dengan kuncinya keberadaan vaksin.

“Akan kita bahas secara mendalam, apakah jabar terdampak, mendapat fasilitas vaksin (yang dibeli pemerintah pusat). Kemana, bagaimana kita akan kondisikan. Dalam kedaruratan sumber bantuan akan kita carikan. Kalau belum ada vaksin, modalnya distancing, juga testing, tracing dan treatment,” paparnya. (Rianto Nurdiansyah)