Kepolisian Cianjur Libatkan Forkopimcam Tekan Angka Kriminalitas

Kepolisian Cianjur Libatkan Forkopimcam Tekan Angka Kriminalitas
Kapolres Cianjur, AKBP Mochamad Rifai. (Antara Foto)

INILAH, Jakarta- Kepolisian Cianjur, Jawa Barat, melibatkan Forum Pimpinan Kecamatan (Forkopimcam) di masing-masing wilayah untuk menekan angka kriminalitas terutama pencurian kendaraan bermotor yang sejak satu bulan terakhir meningkat di sejumlah wilayah hukum Polres Cianjur.

Kapolres Cianjur, AKBP Mochamad Rifai di Cianjur Senin, mengatakan selama ini pihaknya telah mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk bersama-sama menjaga keamanan dan kenyamanan lingkungannya masing-masing dari berbagai penyakit masyarakat termasuk kriminalitas.

"Untuk wilayah rawan terjadi penyakit masyarakat dan tingkat kriminal, kami berkoordinasi dengan Forkopimda hingga Forkompimcam, untuk mengimbau warga menggalakkan kembali siskamling dan pengawasan wilayah baik siang atau malam hari," katanya.

Hal tersebut sebagai upaya menekan terjadinya angka kriminalitas yang kerap terjadi seiring kondisi sulit selama pandemi COVID-19. Sebagai upaya antisipasi pihaknya melalui jajaran polsek di seluruh Cianjur, menggalakkan kegiatan patroli rayon bersama unsur pimpinan di tingkat kecamatan.

Sementara agenda rutin untuk menekan angka kriminalitas yang cukup tinggi terjadi terutama pencurian kendaraan bermotor di wilayah Kecamatan Pacet dan Cipanas, membuat Kapolsek Pacet, AKP Galih, bersama fFrkopimcam di dua kecematan gencar melakukan patroli rayon terjadwal guna menekan angka kriminalitas.

"Angka pencurian kendaraan bermotor selama satu bulan terakhir mencapai 6 laporan, sehingga hal tersebut harus dilakukan antisipasi bersama dengan cara menggiatkan kembali ronda malam di lingkungan rawan seperti di Desa Cipendawa, Kecamatan Pacet," katanya.

Pihaknya bersama Forkopimcam dua kecamatan, Pacet dan Cipanas, menggalakkan patroli rayon terjadwal secara bergantian dan mengimbau warga untuk meningkatkan kembali kewaspadaan terutama malam dan siang hari untuk menekan angka kriminalitas yang terjadi akibat kelengahan warga terutama pada jam sibuk dan saat beristirahat.

Sepanjang bulan Agustus, tutur dia, pihaknya mendapat enam laporan kehilangan kendaraan bermotor pada malam dan siang hari terutama ketika hujan turun deras, dimana warga memarkir kendaraan di sembarang tempat tanpa memasang kunci ganda.

"Kewaspadaan warga harus lebih ditingkatkan, terutama pada saat jam sibuk dan jam istirahat malam hari. Kami menambah jadwal patroli dengan melibatkan berbagai unsur termasuk TNI dan tokoh masyarakat. Hingga saat ini, kami masih memburu pelaku yang sudah diketahui identitasnya," kata Galih.

Ia mengimbau bagi warga yang memiliki kendaraan untuk ekstra hati-hati saat memarkir kendaraan harus menggunakan kunci ganda atau tidak meninggalkan kendaraan tanpa pengawasan, sebagai upaya menghindari hal yang tidak diinginkan.