Capai Kesepakatan, Seng yang Menutup Ponpes Nurul Ain Dibongkar

Capai Kesepakatan, Seng yang Menutup Ponpes Nurul Ain Dibongkar
Foto: Dani R Nugraha

INILAH, Bandung - Sengkarut yang terjadi antara pengelola Pondok Pesantren Nurul Ain dengan ahli warisnya di Desa Sukamenak Kecamatan Margahayu Kabupaten Bandung mulai menemukan titik terang. 

Sebelumnya diberitakan, akses masuk menuju Ponpes yang beralamat di Kampung Curug Dogdog, Desa Sukamenak, Kecamatan Margahayu, Kabupaten Bandung itu, ditutup seng oleh ahli waris pada Minggu (11/10/2020). 

Namun, mediasi yang dilakukan di Kantor Desa Sukamenak oleh Polsek Margahayu, Camat dan pihak desa, Senin (12/10/2020). Kedua belah pihak menemui kesepakatan. 

Pengurus Pondok Pesantren Nurul Ain Ustaz Ahmad Syahidin mengaku, persoalan pesantren tersebut dari pertama sampai hari ini keadaannya baik. 

"Tapi inilah yang kita semua harus tahu, perjuangan sesuai agama Islam, mungkin harus saya lalui dengan jalan seperti ini," kata Ahmad, setelah pembukaan seng yang menutupi pesantren asuhannya itu.

Sebagai pengasuh pesantren, Ahmad mengucapankan terima kasih, kepada semua pihak yang telah membantu mengislahkan dan mengondusifkan kegiatan belajar dan mengajar di pesantren tersebut. 

Dikatakan Ahmad, awalnya tidak ada persoalan, namun ada miskomunikasi dari pihak ahli waris yang mungkin memiliki maksud lain atau dari keluarga besar pendiri pesantren untuk pengembangan pondok pesantren. 

"Saya dari awal mendukung niat baik keluarga besar untuk memperlebar, dengan dikeluarkannya atau dijualnya pondok pesantren ini," ujarnya.

Ahmad mengatakan, hasil keputusan mediasi tentu harus ada mekanisme yang dilewati semua pihak. 

"Saya mengharapkan, mudah-mudahan kejadian ini jadi pembelajaran untuk kita semua," katanya. 

Hasil dari musyawarah dan kesepakatan, menurut Ahmad, pertama dari ahli waris mempersilakan membuka seng yang menutupi, dan untuk tidak menghalangi berjalannya proses belajar mengajar. 

"Dari pihak saya, tidak akan menghalangi pihak pertama (ingin) mengeluarkan pesantren ini. Dan saya memang  tidak ada yang menyampaikan untuk menghalangi. Jadi kesepakatan bersama sudah di acc dan sepakat," ujarnya. (Dani R Nugraha)