Warga KBB Diminta Tak Gelar Pesta Pernikahan di Tengah Pandemi

Warga KBB Diminta Tak Gelar Pesta Pernikahan di Tengah Pandemi

INILAH, Bandung- Dinilai masih rawan penyebaran Covid-19, Ketua DPRD Kabupaten Bandung Barat Rismanto mengingatkan seluruh warga KBB agar tidak menggelar pesta pernikahan secara meriah.

"Untuk hajatan, saya rasa saat ini sebaiknya dilaksanakan sederhana saja. Terpenting kan, yang wajibnya bisa terpenuhi, ijab kabul dan syukuran sederhana saja," katanya, Selasa (13/10/2020).

Menurutnya, pesta pernihakan apalagi disertai hiburan otomatis mengundang konsentrasi masa banyak dan memungkinkan dilanggarnya protokol kesehatan. Makanya, diingatkan kembali seluruh warga KBB agar menahan diri terleb ih dulu tidak menggelar pesta secara meriah.

Seperti di daerah lainnya, lanjut dia, pada masa adaptasi kebiasaan baru (AKB), resepsi pernikahan tetap harus mengikuti protokol kesehatan ketat.

"Tentu wajib koordinasi dengan aparat setempat, menyediakan cek suhu tubuh, hand sanitizer, termasuk menghindari kerumunan yang berlebihan. Tuan rumah wajib mengingatkan protokol kesehatan senantiasa dipatuhi pengunjung," ujarnya.

Sementara itu, setelah selama satu pekan berada di zona merah, status Bandung Barat kini ditetapkan turun menjadi zona orange atau risiko penularan sedang Covid-19. Sebelumnya, Pemkab Bandung Barat melayangkan protes atas klaim Pemprov Jabar yang menetapkan kategori zona merah. Berdasarkan data Dinas Kesehatan (Dinkes) Bandung Barat, kasus Covid-19 saat itu padahal tengah melandai.

"Persoalannya, data yang kita punya dengan provinsi tidak sama. Itu yang menyebabkan kita masuk dalam kategori zona merah kemarin,"  Kata Kadinkes Bandung Barat, Hernawan Widjajanto.

Kasus Covid-19 di Bandung Barat sudah mengalami penurunan dari sebelumnya. Saat ini, tercatat pasien positif ada sebanyak 346 dengan rincian, 88 orang positif aktif, 251 orang sembuh dan 7 orang meninggal dunia.