Cegah Covid-19, Pemkot Depok Gencarkan Pemeriksaan Kesehatan Metabolik Warga

Cegah Covid-19, Pemkot Depok Gencarkan Pemeriksaan Kesehatan Metabolik Warga
Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Depok, Novarita. (Antara Foto)

INILAH, Depok- Pemerintah Kota Depok, Jawa Barat terus melakukan berbagai upaya untuk melindungi warganya dari paparan virus Corona atau COVID-19, salah satunya dengan mengadakan pemeriksaan kesehatan metabolik (kelainan dalam proses metabolisme tubuh) warga guna mendeteksi mereka yang rentan terpapar virus tersebut.

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Depok, Novarita di Depok, Selasa mengatakan, pihaknya melalui Unit Pelaksana Teknis Dinas (UPTD) Puskesmas akan melakukan pengecekan berbagai jenis penyakit ganguan metabolik. Gangguan metabolik di antaranya kelainan pada gula darah, kolesterol, asam urat, hipertensi, dan pemeriksaan lingkar perut.

"Pekan lalu sudah kami mulai untuk calon anggota Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS), dan nanti akan menyasar ke seluruh lapisan masyarakat," katanya.

Menurut dia, masyarakat yang mengidap gangguan metabolik akan mudah teserang virus dan penyakit. Berdasarkan informasi sementara, keempat jenis penyakit tersebut cukup tinggi penderitanya di Kota Depok.

"Dari hasil analisa kami, pasien meninggal karena COVID-19 lebih banyak adalah pasien usia lanjut dan memiliki penyakit penyerta. Mereka semua ini yang harus kita antisipasi agar tidak terpapar COVID-19," ujarnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kota Depok, Sidik Mulyono mengatakan, komitmen Pemkot Depok untuk melindungi warga yang rentan terpapar Coronavirus, merujuk pada empat prioritas esensial WHO dalam menangani COVID-19.

Dia menambahkan, setelah Dinas Kesehatan melakukan pemeriksaan kesehatan melalui program Sistem Pelayanan Minimal (SPM), data warga yang memiliki gangguan kesehatan metabolik dipetakan berdasarkan wilayah tempat tinggal.

"Data itu juga akan kami sandingkan dengan peta penyebaran atau zonasi Covid-19 untuk melihat titik-titik keberadaan orang yang rentan. Itu akan menjadi fokus dan lokus Dinkes dalam monitoring," katanya.