Hore, Besok Bansos Tahap III Didistribusikan

Hore, Besok Bansos Tahap III Didistribusikan
dok/inilahkoran

INILAH, Bandung - Sekretaris Komisi II Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Jawa Barat Yunandar Rukhiadi Eka Perwira mengatakan, bantuan sosial (bansos) tahap III bagi masyarakat yang terdampak pandemi Covid-19 bakal didistribusikan Rabu (14/10/2020) besok.

Dia menjelaskan, bentuk bansos yang diberikan Pemprov Jabar pada tahap III ini masih sama seperti pada dua tahap sebelumnya, yakni berupa sembako dan uang tunai. Hanya saja, kata dia, nilai harga sembako menjadi turun karena dimaksimalkan untuk menaikkan nilai uang tunai yang diterima masyarakat.

“Bansos tahap III akan disalurkan mulai besok dari gudang pusat logistik kita. Bentuknya masih berupa sembako dan uang. Tetapi memang ada yang berubah. Nilai barang yang sebelumnya Rp350 ribu, turun menjadi Rp250 ribu. Sebab uang tunainya yang ditingkatkan jadi Rp250 ribu. Sementara untuk total bantuannya masih tetap sama Rp500 ribu,” ujar Yunandar kepada INILAH, Selasa (13/10/2020).

Dia menambahkan, pada tahap III ini ada penambahan jumlah penerima yang cukup signifikan ketimbang tahap II. Yunandar berharap, pada tahap ke IV nanti jumlah penerima bantuan dapat lebih ditingkatkan, guna menstimulasi pertumbuhan ekonomi masyarakat. Mengingat berdasarkan hasil laporan pendataan pada tahap III, ada sekitar 3,5 juta masyarakat yang mendaftar untuk menerima bansos tersebut.

“Pada tahap III ini ada kenaikan jumlah penerima. Kalau pada tahap I 1,7 juta, kemudian tahap II 1,3 juta. Nah kalau sekarang menjadi 1,9 juta penerima. Informasi yang kami dapat dari Sekda Jabar (Setiawan Wangsaatmaja), pada hasil seleksi ada 3,5 juta masyarakat yang mendaftar untuk mendapatkan bantuan. Harapannya nanti kedepan semakin banyak yang dapat. Jangan seperti tahap II kemarin, cuma 1,3 juta. Sementara kan dulu janji gubernur 1,7 juta. Tahap selanjutnya harus bertambah, untuk meng-cover yang sebelumnya. Apalagi kalau kita bicara untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi. Ya penerimanya harus ditambah,” ucapnya.

Sementara itu, mengenai bansos tahap IV yang rencananya bakal diberikan seluruhnya berupa uang tunai. Yunandar menilai, hal tersebut adalah langkah terbaik untuk menggerakkan perekonomian masyarakat. Sebab kata dia, dengan diberikan berupa uang selain meminimalisir risiko, namun juga dapat memberikan dampak berantai dalam pertumbuhan ekonomi masyarakat. Terlebih situasi saat ini kata dia, sudah termasuk kategori resesi yang mau tidak mau harus segera mungkin dipulihkan agar tidak semakin parah.

“Soalnya secara ekonomi, paling berdampak. Di negara lain, semua bantuannya uang tunai. Singapura contohnya. Mereka kasih bantuan berupa uang semua. Itu karena akan ada dampak berantai. Orang desa belanja ke warung. Lalu warung belanja ke pasar. Pasar ke distributor dan kemudian distributor ke pabrik. Akhirnya semua kebagian, kalau uang tunai. Dampaknya ke semua pihak. Kalau mau keluar dari resesi, harus ditingkatkan. Kita ini sudah alami dua kali kontraksi dalam dua triwulan terakhir. Harusnya sekarang BPS sudah umumkan kita resesi. Walaupun tidak parah. Untuk itu, kita harus bisa hindari dengan bansos yang harus dimaksimalkan. Agar nanti di akhir tahun pertumbuhan kita ini tidak negatif,” jelasnya. (Yuliantono)