Dinas PUPR Garut Masih Identifikasi Sejumlah Infrastruktur Rusak Diterjang Longsor dan Banjir

Dinas PUPR Garut Masih Identifikasi Sejumlah Infrastruktur Rusak Diterjang Longsor dan Banjir
Foto: Zainulmukhtar

INILAH, Garut - Selain banyak bangunan rumah rusak akibat bencana longsor dan banjir melanda sedikitnya enam kecamatan di wilayah selatan Kabupaten Garut pada Senin (12/10/2020), banyak infrastruktur juga rusak terdampak bencana tersebut.

Kerusakan infrastruktur paling parah antara lain badan ruas jalan kabupaten di di Kampung Sindang RT 02 RW 02 Desa/Kecamatan Peundeuy, dan ruas badan jalan di Desa Cihaurkuning Kecamatan Cisompet. Kerusakan badan jalan tersebut membuat kendaraan terutama roda empat tak bisa melintas. Aktivitas warga pun terganggu.

Seperti halnya ruas jalan di Peundeuy yang longsor dan hanya menyisakan sekitar 1,5 meter badan jalan, ruas badan jalan di Desa Cihaurkuning Cisompet pun ambles dan hanya menyisakan sekitar satu meter badan jalan yang utuh.

Selain ambles, ruas jalan tersebut sama sekali tak dapat dilalui karena persis di sebelahnya tertutup longsoran tanah tebing sepanjang sekitar 50 meter. Di daerah tersebut juga sebanyak enam tiang listrik roboh, dan beberapa tiang telepon rusak serta puluhan hektare sawah warga rusak. Sekitar 30 rumah warga juga terancam longsor.  

Menurut Asep Nurul warga Cisompet, ruas jalan ambles dan tertutup longsor tersebut menghubungkan terutama antara Desa Cihaurkuning dengan Desa Cisompet.

Pihak Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Garut sendiri hingga kini masih terus mengidentifikasi dan menginventarisasi berbagai kerusakan infrastruktur terdampak bencana longsor dan banjir di selatan Garut itu.

"Kami masih sedang menginventarisir kerusakan, dan belum sampai menghitung kerugiannya. Baru kami tinjau, satu persatu. Banyak info yang baru masuk. Sekarang, kami baru sampai di Cihaurkuning," kata Kepala Dinas PUPR Kabupaten Garut Luna Avriantini, Selasa (13/10/2020).

Akan tetapi, lanjut Luna, informasi diterimanya menyebutkan ruas jalan ambles di Desa Cihaurkuning itu merupakan program Pengembangan Infrastruktur Sosial Ekonomi Wilayah (PISEW) dari Pemerintah Pusat yang kewenangan programnya ada di Dinas Perumahan dan Permukiman. Jalan tersebut ambles karena terjadi pergerakan tanah. (Zainulmukhtar)