Mantap, Taman Satwa Cikembulan Berhasil Kembang Biakkan Kakatua Maluku

Mantap, Taman Satwa Cikembulan Berhasil Kembang Biakkan Kakatua Maluku
Foto: Zainulmukhtar

INILAH, Garut- Taman Satwa Cikembulan di Kecamatan Kadungora Kabupaten Garut berhasil mengembangbiakkan sepasang kakatua maluku (Cacatua Moluccensis) di tengah kondisi masih dihantui pandemi Covid-19.

Sepasang burung endemik di Pulau Seram Maluku Tengah terancam punah itu berhasil menetaskan seekor kakatua maluku pada 31 Juli 2020 lalu. 

"Kondisinya sekarang sudah dipisahkan dari induknya, dan dapat hidup mandiri," kata Manajer Taman Satwa Cikembulan Rudy Arifin, Selasa (13/10/2020).

Menurut Rudy, pasangan kakatua maluku atau sering pula dinamai kakatua seram itu sendiri dirawat dan dipelihara di Taman Satwa Cikembulan sejak 2007. 

"Di luar dugaan, dari sepasang kakatua maluku ini ada yang bertelur dan dalam jangka waktu tiga bulan akhirnya telur tersebut menetas," ujarnya.

Bagi Rudy, kelahiran kakatua maluku itu bak kado terindah bagi dirinya dan keluarga besar pengelola Taman Satwa Cikembulan di hari binatang sedunia yang selalu diperingati setiap 4 Oktober, terlebih sebagai pelipur di tengah sepinya pengunjung akibat deraan pandemi Covid-19 yang masih berlangsung hingga kini.

Kakaktua maluku umumnya berukuran sedang dengan panjang sekitar 52 centimeter dari genus Cacatua. Satwa tersebut memunyai bulu putih bercampur merah jambu. Di kepalanya terdapat jambul besar merah jambu yang dapat ditegakkan. Bulu-bulu terbang dan ekornya jingga kekuningan. 

Burung betina maupun jantan serupa. Namun biasanya yang betina erukuran lebih besar daripada burung jantan. 
Pakan kakatua terdiri biji-bijian, kacang-kacangan, dan aneka buah-buahan.

Kakak tua maluku dievaluasikan sebagai rentan di dalam IUCN (International Union for the Conservation of Nature and Natural Resources) Red List. Spesies tersebut didaftarkan dalam CITES Appendix I dan II sejak 1989. 

"Burung kakatua maluku ini berstatus konservasi rentan, terancam punah. Populasinya terus menurun akibat terdesak pembabatan hutan, perburuan liar, dan perdagangan pasar gelap," kata Rudy.(zainulmukhtar)