Harini Tak Menyangka Juara 1 Lomba Video Teaching Competition Tingkat Nasional

Harini Tak Menyangka Juara 1 Lomba Video Teaching Competition Tingkat Nasional
Harni Marisa. (Istimewa)

INILAH, Bandung - Harni Marisa adalah guru mata pelajaran Sosiologi di SMA Pasundan 1 Bandung. Dia pernah meraih juara 1 lomba Video Teaching Competition tingkat nasional pada 10 Oktober 2020 di Universitas Pendidikan Indonesia (UPI).

Ya, kompetisi ini digelar oleh Asosiasi Profesi Pendidik dan Peneliti Sosiologi Indonesia (AP3SI). Dia mendapatkan piala dari Direktorat Jendral Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK) Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud).

"Saya tidak menyangka pada awalnya akan mendapatkan juara untuk lomba video ini yang pertama. Sebab, selama pandemi saya memang senang membuat konten di akun youtube saya dengan channel youtube Ekspedisi Sosiologi, isinya materi-materi pembelajaran Sosiologi,” jelas Harni, Rabu (14/10/2020).

Dia mengatakan meraih juara video, merupakan sesuatu yang baru, karena sebelumnya ia pernah meraih kejuaraan dari lomba menulis. Seperti Juara I lomba menulis esai dan cerita pedek (Cerpen) yang diselenggarakan oleh UPI tingkat nasional.

Selain itu, Harni juga pernah menjadi guru pendamping anak didiknya mewakili SMA Pasundan 1 Bandung dalam kegiatan Olimpiade Sosiologi Indonesia (OSI) dan selama dua tahun berturut-turut membawa piala sebagai esai terbaik dan pembicara terbaik yakni pada tahun 2017 dan 2018.

“Perasaan saya tentunya terharu, terkejut menjadi juara, juga bangga, dan senang bisa membawa nama Pasundan ke tingkat nasional,” ucapnya.

Dalam mempersiapkan lomba, Harni juga bercerita bahwa ada banyak waktu, tenaga, dan pikiran yang ia korbankan untuk mempersiapkan untuk konten lomba.

“Dalam lomba ini saya berpikir mendalam, bagaimana agar materi sosiologi yang saya sampaikan bisa dipahami oleh anak-anak, kemudian lokasi pengambilan gambar yang menarik. Kebetulan saya shooting di Mercusuar Cafe,  di mana tempatnya bagus dan menarik,” tambahnya.

Harini menyebutkan, tantangan yang dihadapi adalah belum terbiasa berbicara di depan kamera, sehingga terkadang ia merasa gugup dan kurang percaya diri.

“Untuk hambatan lainnya dari segi waktu, karena saya selain mengajar juga sibuk berkuliah, kebetulan saya melanjutkan studi magister di STIE Pasundan dan pada waktu itu sedang persiàpan untuk menghadapi UTS. Alhamdulillah pembuatan video lancar, kuliah terlaksana, dan pekerjaan di sekolah selesai,” terangnya.

Dia berharap bahwa video yang ia buat bisa membantu peserta didik khususnya lingkungan Pasundan, dan umumnya untuk seluruh warga Indonesia.

“Saya juga ingin menyampaikan kepada para guru, ayo kita bersama-sama terus bersemangat, membuat media pembelajaran yang interaktif dan menyenangkan,” sahutnya.

Sebagai catatan, untuk masyarakat yang ingin mengakses video pembelajaran sosiologi Harni Marisa dapat mengakses Ekspedisi Sosiologi untuk di subscribe, like dan komen. (Okky Adiana)