5.000 Jiwa Terdampak Longsor dan Banjir Selatan Garut

5.000 Jiwa Terdampak Longsor dan Banjir Selatan Garut
Foto: Zainulmukhtar

INILAH, Garut - Terdapat sedikitnya lima ribu jiwa warga terdampak longsor dan banjir di Kecamatan Pameungpeuk, Cikelet, dan Kecamatan Cibalong. Sebagian warga terdampak bertahan dievakuasi ke tempat aman.

Pemkab Garut dan sejumlah relawan pun membangun beberapa posko pengungsian bagi warga yang bertahan hidup atau penyintas terdampak longsor dan banjir tersebut.

"Jadi warga yang terdampak seluruhnya sudah dievakuasi ke posko pengungsian, dan kami melakukan kajian bagaimana lokasi tempat tinggal warga yang terdampak bencana alam," kata Wakil Bupati Garut Helmi Budiman saat meninjau lokasi pengungsian, Rabu (14/10/2020).

Helmi menyebutkan, ada sebanyak 140 kepala keluarga (KK) warga Kampung Bendungan Desa Sagara Kecamatan Cibalong menempati posko pengungsian. Mereka diungsikan karena khawatir terjadi banjir lagi bila kondisi hujan dengan intensitas tinggi kembali turun.

Helmi mengklaim, Pemkab Garut sudah menyiapkan logistik secukupnya bagi pengungsi. Sedangkan fasilitas lainnya sedang dibangun. Seperti penyediaan air bersih dan tempat Mandi Cuci Kakus (MCK). 

"Paling tempat tidur memang masih terbatas. Alhamdulillah, sejumlah pihak saat ini sudah turun untuk bantu pemerintahan daerah," ujarnya. 

Terpisah, Ketua Lembaga Penanggulangan Bencana Muhammadiyah (LPBM) Garut Aceng Hobir mengatakan, kebutuhan mendesak diperlukan warga terdampak bencana longsor dan banjir itu berupa logistik karena kebanyakan logistik warga yang ada sebelumnya terbawa hanyut.

Aceng menyebutkan, pihaknya langsung menerjunkan tim respon LPBM ke lokasi pada hari terjadi longsor dan banjir melanda wilayah selatan Kabupaten Garut itu. Sejumlah bantuan logistik dari berbagai kalangan dermawan pun disalurkan kepada warga terdampak bencana. Relawan LPBM juga turut sibuk bergotong royong bersama warga membersihkan rumah dan lingkungan sekitarnya dari bekas-bekas longsor dan banjir. 

"Kita sudah melakukan asesmen untuk pemetaan ke depan. Mengkaji kebutuhan warga, baik kebutuhan dasar maupun perekonomian secara umum," ujarnya.

Ditambahkannya, luasnya medan terdampak longsor dan banjir di wilayah selatan Garut itu menjadi salah satu kendala dalam melakukan mitigasi sebab banyak waktu tersita. (Zainulmukhtar)