Harapan Ridwan Kamil, Jumlah Vaksin Sesuai dengan Kebutuhan

Harapan Ridwan Kamil, Jumlah Vaksin Sesuai dengan Kebutuhan
Humas Pemprov Jabar

INILAH, Bandung-Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil mengatakan saat ini tengah mencari formasi pemberian vaksin Covid-19. Hal itu guna memastikan pihak mana yang lebih dulu akan mendapatkan. 

Diketahui, Pemerintah Indonesia hingga kuartal keempat 2020 sedang menyiapkan 271,3 juta dosis vaksin corona untuk diberikan kepada masyarakat. Sebanyak 30 juta dosis vaksin diharapkan sudah bisa disediakan di akhir tahun ini.

Rencananya distribusi vaksin akan dimulai pada bulan November 2020. Vaksin tersebut berasal dari perusahaan asal Cina, Cansino, Sinovac, dan Sinopharm.

Ridwan Kamil mengatakan, vaksin Covid -19 yang akan diberikan kepada masyarakat, khususnya di Jawa Barat ini terbagi dua, yakni ada yang didatangkan dari luar negeri dan ada juga buatan dalam negeri yang saat ini sedang terus disempurnakan.  

"Yang dibeli langsung (dari luar negeri) itu kemungkinan bulan depan dan Desember sudah hadir, yang kedua vaksin yang dites pada diri saya akan diproduksi dalam negeri oleh Biofarma dan itu jumlahnya bisa ratus juta dosis kira-kira begitu," ujar Ridwan Kamil, Rabu (14/10/2020).

Namun untuk vaksin yang dibeli dari luar negeri, dia menyampaikan, jumlahnya terbatas. Karena itu, saat ini tengah mencari formasi yang tepat mengenai pihak yang didahulukan dalam memperoleh vaksin.

"Nanti komposisinya dimana tentu akan kita informasikan," ucapnya. 

Kendati begitu, Emil -sapaan Ridwan Kamil- menjelaskan, ada beberapa pihak yang akan menerima vaksin lebih dulu. Di antaranya tenaga kesehatan yang notabene berjuang di garis depan yang berhadapan dengan pasien positif Covid-19. 

"Kedua didahulukan di zona merah di daerah-daerah yang paling parah," katanya. 

Hanya saja, terkait jumlah vaksin yang akan didapatkan masyarakat, saat ini masih dalam pembahasan. Saat ini Emil sedang menunggu secara detail kabar tersebut.

"Mungkin dalam minggu-minggu ini ada kabar detil yang diberi secara langsung untuk masyarakat Indonesia khususnya Jawa Barat," paparnya. 

Lebih lanjut, dia menilai, ada dua hal yang akan mengakhiri pandemi, pertama orang sakit sembuh oleh obat dan kedua orang sehat imun oleh vaksin. Karena itu, dia berharap dengan adanya kabar bahwa vaksin sudah datang ke Indonesia dapat menjadi cerita akhir dari situasi Pandemi yang melelahkan. 

"Maka kita harus berikhtiar supaya jumlahnya sesuai dengan yang membutuhkan, Karena vaksin itu juga disuntikkan harus dua kali. Jadi jumlah penduduk Indonesia itu banyak, juga harus di kali 2.  Itu sebuah tantangan yang luar biasa tapi berita baik itu sudah dekat Insya Allah," pungkas dia. (Riantonurdiansyah)