Islam di Habasyah, Daerah Selatan Benua Afrika

Islam di Habasyah, Daerah Selatan Benua Afrika
Ilustrasi/Net

DI pelabuhan Syaibah, pesisir Laut Merah inilah para sahabat generasi paling awal mukminin membuktikan keimanan mereka kepada Allah Ta'ala.

Setelah terus bertahan dalam ancaman, aniaya, siksaan, hingga pembunuhan sekian lama di kota Mekkah maka diturunkan kepada mereka Surah al-Kahfi. Menurut para mufassirin surah ini mengandung 3 hikmah yang memberikan isyarat untuk mencari tempat untuk mengamankan keimanan mereka:

1. Kisah Ashabul Kahfi: menjahui kezaliman penguasa semata untuk mengamankan keimanan mereka dan Allah Ta'ala memberkahi usaha sungguh-sungguh itu serta membukakan jalan di kemudian hari,

2. Kisah Khaidir dan Nabi Musa: mengupayakan segala macam ikhtiar untuk menghindari konfrontasi yang belum perlu dan juga belum diperintahkan kehadapan penguasa yang zalim dengan sebuah target yaitu kembali dengan kekuatan,

3. Kisah Dzulqarnain: pentingnya peran seorang Raja yang beriman kepada Allah Ta'ala, tegas dan adil, lagi perkasa dalam melindungi rakyatnya dari berbagai macam gangguan dan marabahaya.

Setelah itu baru diturunkan ayat ke-10 dari Surah az-Zumar (38) yaitu:

"Katakanlah: Hai hamba-hamba-Ku yang beriman. Bertakwalah kepada Tuhan mu. Orang-orang yang berbuat baik di dunia ini memperoleh kebaikan. Dan bumi Allah itu adalah luas. Sesungguhnya hanya orang-orang yang bersabarlah yang dicukupkan pahala mereka tanpa batas."

Para mufassirin menyepakati bahwa ayat ini yang mendorong Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam memerintahkan para sahabat berhijrah ke Habasyah di seberang pantai ini di benua Afrika.

[iman-islam]