Pembangunan Rest Area Puncak, Awalnya dari Sini

Pembangunan Rest Area Puncak, Awalnya dari Sini

INILAH, Bogor – Sebagai pelaksana pembangunan, PT Subota International Contractor mulai menggarap proyek Rest Area Puncak. Apa saja yang sudah dimulai?

Direksi PT Subota International Contractor, Yadi, menuturkan saat ini jajarannya baru akan memulai pembangunan sarana Rest Area Puncak seperti amphitheater, menara pandang, masjid, meeting point, toilet umum, area parkir, tempat pembuangan sampah, power house, posko keselamatan dan kesehatan kerja (K3) serta lainnya.

“Saat ini hingga Desember tahun ini kami fokus dalam pematangan lahan untuk dibangun 516 buah kios, lalu baru kami melaksanakan pembangunan sarana prasarana Rest Area Puncak di luar pembangunan Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) yang akan dikerjakan oleh kontraktor lainnya,” tutur Yadi.

Sebelumnya, Yadi juga berharap pasca pembangunan 516 buah kios pedagang kaki lima (PKL) tidak langsung 'diaktifkan' sebagai salah satu objek wisata.

Pasalnya, jika proyek pembangunan 516 buah kios yang menelan biaya Rp16,3 miliar itu selesai di akhir 2020 ini, maka proyek penataan kawasan dan pembangunan Rest Area Puncak yang dikerjakan jajarannya dan menelan biaya Rp48,1 milyar baru selesai di Desember Tahun 2021. Demi keselamatan semua pihak, ia berharap Rest Area Puncak ini baru dibuka pada akhir tahun 2021 atau awal 2022 mendatang.

“Kami tak ingin ada kecelakaan kerja dan ketidak nyamanan masyarakat hingga selaku pelaksana proyek penataan kawasan dan pembangunan berharap Rest Area Puncak baru bisa dibuka untuk umum atau menjadi objek wisata setelah proyek ini tuntas dibangun,” kata Direksi PT. Subota International Contractor Yadi kepada wartawan, Kamis (15/10). (reza zurifwan)