Sosialisasikan Keselamatan Perlintasan KA Saat Pandemi, Komunitas Edan Sepur Terapkan 3M

Sosialisasikan Keselamatan Perlintasan KA Saat Pandemi, Komunitas Edan Sepur Terapkan 3M
istimewa

INILAH, Bandung - Hampir setiap ada kesempatan, sejumlah anak muda tampak membentangkan spanduk di perlintasan sebidang kereta. Mereka yang tergabung dalam Komunitas Edan Sepur itu kerap memberikan informasi seputar keselamatan di perlintasan KA.

Seperti yang terlihat Rabu (14/10/2020) di perlintasan sebidang JPL 156 Km 152+375 Stasiun Andir Jalan Ciroyom No 1 Andir Kota Bandung. Saat itu, sejumlah anggota komunitas ikut menyosialisasikan bersama jajaran dari instansi Daerah Operasi (Daop) 2 Bandung.

Humas Wilayah 2 Bandung Raya Komunitas Edan Sepur Abdullah Putra Gandhara mengatakan, sosialisasi keselamatan di perlintasan sebidang itu konsisten dilakukan. Sebanyak 106 anggota diakuinya siap melakukan sosialisasi dan memberikan edukasi kepada masyarakat terkait keselamatan di perlintasan.

"Sejak pandemi Covid-19, kegiatan sempat berhenti sejak Maret kemarin. Tapi, sosialisasi ini dimulai kembali pada Juli. Sekarang kita lakukan kegiatan di stasiun Andir," kata Abdullah kepada INILAH, Kamis (15/10/2020.

Dia menyebutkan, sesuai anjuran pemerintah selama masa adaptasi kegiatan baru (AKB) dalam setiap kegiatan sosialisasi yang dilakukan itu tetap menerapkan protokol kesehatan. Anjuran 3M yakni memakai masker, mencuci tangan, dan menjaga jarak diakuinya selalu diterapkan dalam setiap kegiatan yang dilakukan.

"Dengan melaksanakan protokol kesehatan 3M itu, alhamdulillah sejauh ini tidak ada rekan-rekan kami yang mengeluhkan sakit setelah melakukan kegiatan," ujarnya.

Secara umum, Abdullah menuturkan setiap kegiatan komunitas dilakukan itu sesuai visi organisasi sebagai penggerak perubahan masyarakat perkeretaapian yang lebih baik dan disiplin, rasa memiliki yang tinggi, saling menghormati, dan ikut serta menjaga aset-aset perkeretaapian.

Sementara itu, Manajer Humas Daop 2 Bandung Noxy Citrea mengaku terbantu dengan keberadaan Komunitas Edan Sepur tersebut. Dia menyebutkan, dengan keterbatasan personel upaya pengubahan perilaku di perlintasan sebidang itu pihaknya membutuhkan keterlibatan aktif dari masyarakat.

Apalagi, di wilayah kerja Daop 2 ini terdapat total 553 perlintasan sebidang. Rinciannya, sebanyak 112 perlintasan sebidang dijaga dan 441 tidak dijaga. 

"Sampai sekarang, sejak Januari hingga awal Oktober 2020 terdapat 25 kecelakaan di perlintasan jalur kereta api. Dari total kecelakaan itu terdapat jumlah korban meninggal sebanyak 15 orang dan luka berat 10 orang. Makanya, kita terus menerus memberikan sosialisasi keselamatan di perlintasan sebidang ini," kata Noxy.

Dia mengakui, hingga kini masih ada masyarakat pengguna jalan raya yang bandel menerobos perlintasan sebidang kereta api. Menurutnya, hal tersebut sangat berbahaya dan bisa mengakibatkan kecelakaan serius bahkan kematian. 

Noxy mengungkapkan, setiap masyarakat yang menerobos perlintasan kereta maka mereka sudah melakukan pelanggaran undang-undang lalu lintas dan bisa terkena sanksi. 

Berdasarkan UU Nomor 22/2009 tentang Lalu Lintas dan Angutan Jalan, Pasal 114 menyebutkan pada perlintasan sebidang antara jalur kereta api dan jalan, pengemudi kendaraan wajib berhenti ketika sinyal sudah berbunyi dan mendahulukan kereta api.

Selain itu, dalam UU Nomor 23/2007 tentang Perkeretaapian Pasal 124 juga menyatakan pada perpotongan sebidang antara jalur kereta api dan jalan, pemakai jalan wajib mendahulukan perjalanan kereta api. (Doni Ramdhani)