Dukung PJJ, Zenius-Telkomsel Lanjutkan Kerja Sama

Dukung PJJ, Zenius-Telkomsel Lanjutkan Kerja Sama
istimewa

INILAH, Jakarta - Pandemi COVID-19 telah menyebabkan banyak pelajar di Indonesia berpindah dari lingkungan belajar offline ke online. Berbagai macam tantangan pun harus dihadapi pelajar dan orang tua, mulai dari kesehatan mental hingga beban keuangan tambahan sejak diberlakukannya Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) dan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di banyak daerah.

Menanggapi fenomena tersebut, Zenius dan Telkomsel mengumumkan kolaborasi mreka dalam bentuk Zenius Telkomsel Scholarship Test (ZTST), yakni sebuah tes online gratis yang berhadiah beasiswa pendidikan.

Sebagai salah satu perusahaan ed-tech di Indonesia, Zenius selalu mencari cara untuk membantu para pelajar supaya bisa melewati masa sulit ini dan tetap bisa bersaing di masa depan. Dalam beberapa bulan terakhir, Zenius giat meluncurkan inovasi di platform-nya agar bisa membantu para pelajar di segala aspek pembelajarannya.

Dalam waktu dekat, Zenius juga akan merilis beberapa fitur menarik. Salah satunya adalah sistem Automatic Doubt Solving, sebuah sistem berbasis kecerdasan buatan yang memungkinkan siswa menemukan jawaban dari soal-soal pelajaran dengan cepat.

Zenius juga memfasilitasi orang tua dengan menyelenggarakan webinar dan rangkaian acara tanya jawab di media sosial Zenius secara gratis untuk membahas topik seputar kesehatan fisik, mental, maupun parenting selama masa PJJ berlangsung.

ZTST bukanlah kolaborasi pertama antara Zenius dan Telkomsel dalam rangka mewujudkan visi bersama untuk memajukan Indonesia. Pada Maret lalu, kedua perusahaan itu meluncurkan paket data Ilmupedia, di mana Telkomsel memberikan 30GB paket data internet kepada penggunanya untuk mengakses konten belajar di Zenius secara cuma-cuma.

Harapannya, Zenius dan Telkomsel bisa terus berkolaborasi melahirkan inisiatif-inisiatif yang berdampak positif di masa depan.

"Pendidikan merupakan salah satu sektor terpenting dan tidak boleh terhenti meski semuanya harus dilakukan dari rumah atau jarak jauh selama pandemi COVID-19 ini. Telkomsel memiliki komitmen yang kuat sebagai leading telco digital company dan connectivity enabler dalam menghadirkan layanan dan jaringan berkualitas untuk mendukung produktivitas para pelajar Indonesia yang turut terdampak akibat pandemi ini," kata Adhi Putranto, Vice President Prepaid Consumer Telkomsel, dalam keterangan tertulisnya.

Menurut dia, kolaborasi Telkomsel bersama Zenius ini adalah bentuk upaya gotong royong untuk meringankan tantangan belajar di saat yang penuh tantangan seperti saat ini.

Sementara itu, CEO Zenius Rohan Monga menyebut bahwa sejak pandemi dimulai, pihaknya tidak pernah berhenti mencari cara untuk berinovasi dalam membuat belajar online menjadi menyenangkan dan seru.

"Oleh karena itu, Zenius merasa bangga dapat bermitra dengan Telkomsel, dan semoga ini bisa menjadi sebuah awal kolaborasi jangka panjang kedua pihak yang bekerja menuju sebuah misi yang sama, yaitu untuk terus memajukan Indonesia melalui edukasi dan teknologi," kata dia.

ZTST memberikan kesempatan kepada seluruh pelajar SMA di Indonesia untuk memenangkan hadiah beasiswa pendidikan dengan nilai total ratusan juta rupiah. Tes kompetensi ini dapat diikuti secara gratis dan dilaksanakan secara online.

Pendaftaran mulai dibuka pada 11 Oktober 2020 dan tesnya sendiri akan dilaksanakan pada 23 Oktober 2020.

Untuk mendaftar ZTST, calon peserta tak perlu berlangganan paket berbayar Zenius. Calon peserta hanya perlu mengunduh aplikasi Zenius dan masuk menggunakan akun yang terdaftar dengan nomor Telkomsel, kemudian melakukan registrasi ZTST mulai tanggal 11 Oktober 2020 sampai 23 Oktober 2020.

Adapun hasil tes akan diumumkan pada 28 Oktober 2020.

Untuk menutup rangkaian kerja sama ini, sebuah acara perayaan virtual akan dilaksanakan di waktu yang akan diumumkan secara menyusul, di mana para peserta ZTST berkesempatan untuk berinteraksi secara virtual dengan Jerome Polin, Miracle Sitompul, dan sesama peserta.

"Menjadi harapan terdalam kami juga, bahwa dengan bergotong royong, suatu hari, setiap pelajar dapat mempunyai akses terhadap konten edukasi yang berkualitas dan tidak akan ada lagi yang merasa tertinggal," tutup Rohan. (inilah.com)