Kasus Penganiayaan Anggota Polri di Sekre KAMI Jabar, Polisi Buka Peluang Adanya Tersangka Baru

Kasus Penganiayaan Anggota Polri di Sekre KAMI Jabar, Polisi Buka Peluang Adanya Tersangka Baru
Foto: Ridwan Abdul Malik

INILAH, Bandung - Kepolisian Daerah (Polda) Jabar membuka peluang adanya tersangka baru dalam kasus penyekapan dan penganiayaan pada Brigadir A di sebuah rumah di Jalan Sultan Agung Nomor 12, Kota Bandung. Namun, Polisi merencanakan akan memanggil saksi tambahan sebelum menetapkan tersangka baru.

Hal itu disampaikan langsung Kabid Humas Polda Jabar Kombes Erdi A Chaniago, saat ditemui usai menghadiri acara Deklarasi Menolak Anarkis Jawa Barat Damai bersama Ormas se-Jawa Barat, di Jalan Bungur, Kota Bandung, Jumat (16/10/2020).

"Mungkin bisa dikembangkan dan Insya Allah dalam waktu dekat akan ditentukan tersangka," ucap Erdi.

Namun, sebelum melakukan penetapan tersangka. Erdi mengungkapkan, pihaknya akan melakukan pemanggilan kembali saksi-saksi baru terkait kasus tersebut.

"Penyidik dari Polda Jabar sedang melakukan pendalaman dan kami yakin ini tidak dilakukan oleh mereka saja (tujuh tersangka saat ini)," pungkas Erdi.

Untuk diketahui sebelumnya, Polda Jabar telah rampung memeriksa enam orang saksi yang terdiri dari Presedium, Bendahara hingga simpatisan Koaliasi Aksi Menyelamatkan Indonesia (KAMI) Jabar.

Mereka diperiksa penyidik Ditreskrimum Polda Jabar selama 7 jam, atas kasus penyekapan dan penganiayaan pada Brigadir A di sebuah rumah di Jalan Sultan Agung Nomor 12, Kota Bandung.

Atas kasus tersebut, Polisi sudah menetapkan tujuh orang tersangka dalam Aksi Tolak Omnibuslaw di depan Gedung Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Jabar Kamis (8/10/2020) lalu.

Pasca demo yang berujung ricuh, ketujuhnya diketahui melakukan penyekapan dan penganiayaan terhadap petugas kepolisian dengan pangkat Brigadir berinisial A. Aksi penganiayaan itu dilakukan di sebuah bangunan yang terletak di Jalan Sultan Agung, Kota Bandung yang diduga menjadi Sekretariat KAMI Jabar.

Penganiayaan itu bermula ketika Brigadir A mengejar pendemo anarkis dengan mengenakan pakaian preman. Dia kemudian dianiaya dengan menggunakan barang seperti sekop dan batu.

Kemudian, polisi menangkap 75 orang yang diduga melakukan tindak anarkis. Lalu, dilakukan pengembangan dan ditetapkan tujuh tersangka. Tiga orang berinisial DR, DH, dan CH ditahan di Mapolda Jabar sedangkan satu lainnya ditahan di Polres Karawang. Untuk sisa tersangka lainnya tidak dilakukan penahanan karena masih di bawah umur dan berstatus sebagai pelajar. (Ridwan Abdul Malik)