Sate Maranggi Purwakarta Warisan Budaya Tak Benda Indonesia, Begini Ceritanya...

Sate Maranggi Purwakarta Warisan Budaya Tak Benda Indonesia, Begini Ceritanya...
Ilustrasi/Net

INILAH, Purwakarta – Sate Maranggi, ternyata merupakan salah satu kuliner khas yang melegenda di Kabupaten Purwakarta. Bahkan, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI juga menetapkan kuliner berbahan dasar daging sapi dan domba ini menjadi salah satu warisan budaya tak benda di Indonesia.

Seperti diketahui, Sate Maranggi mungkin bagi masyarakat Jawa Barat merupakan kuliner yang sudah tak asing lagi di telinga. Ya, potongan kecil daging sapi atau domba yang ditusuk dan diberi bumbu, kemudian dipanggang di atas bara api itu saat ini telah menjadi sajian kuliner khas Kabupaten Purwakarta.

Sepuluh tahun ke belakang, kuliner berbahan dasar daging sapi dan domba ini bisa dikatakan belum menjadi sajian kuliner yang dikenal masyarakat secara luas. Bahkan, ‎kala itu sebagian besar masyarakat belum tahu apa itu Maranggi Purwakarta dan bagaimana bentuk penyajian kuliner ini.

Bisa dibilang, kala itu popularitas maranggi ini masih kurang. Bahkan, gaungnya masih belum terlalu terdengar menggema di tataran nasional maupun global. Namun, saat ini berbeda lantaran terjadi perubahan yang cukup besar terhadap brand Sate Maranggi tersebut.

Dari tahun ke tahun, popularitas Sate Maranggi pun terus meningkat, takkala Pemkab Purwakarta terus melakukan sejumlah terobosan guna menumbuhkan gaung Maranggi yang merupakan kuliner khas kabupaten ini. Salah satunya, melalui berbagai event. 

Tak hanya itu, pemkab pun melakukan upaya lainnya. Yakni, dengan membangun 'Kampung Maranggi'. Lokasi tersebut, saat ini menjadi media promosi wisata kuliner di wilayah itu. Kampung Maranggi ini, berada di sekitar kawasan Stasiun Kereta Api Plered, Kecamatan Plered.

Sebagai bupati, Anne Ratna Mustika turut berbangga hati. Wajar saja, karena saat ini Maranggi sudah menjadi kuliner khas yang cukup dipertaruhkan hingga kancah internasional. Ini, jelas menjadi sebuah kebanggaan bagi Purwakarta.

“Dengan ditetapkannya Sate Maranggi sebagai salah satu warisan budaya tak benda di Indonesia, tentu Sudah sepatutnya kita sebagai warga Purwakarta berbangga hati,” ujar Anne kepada INILAH, Minggu (18/10/2020).

Dalam hal ini, Anne mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk terus menggaungkan dan mempromosikan produk-produk unggulan di Purwakarta. Selama in, jajarannya pun berkomitmen untuk mengembangkan apapun produk khas di wilayah ini. Tak terkecuali, sate Maranggi ini.

Tujuannya, tak lain supaya produk khas Purwakarta bisa dikenal secara luas. Selain itu, supaya produk-produk ini bisa mendapat pengakuan internasional sebagai warisan kekayaan masyarakat di wilayahnya.

“Sejauh ini, kami terus mendorong dan membantu pengembangan produk masyarakat, baik itu dari sisi agrobisnis maupun kepariwisataannya,” jelas dia.

Anne menjelaskan, di wilayahnya ada beberapa lokasi yang selama ini dijadikan destinasi wisata kuliner sebagai wadah promosi produk olahan khas buah tangan masyarakat Purwakarta. Di antaranya, Kampung Maranggi di Kecamatan Plered dan witasa kuliner Situ Buleud yang sebelum adanya pandemic kerap digelar setiap Sabtu malam. 

“Ini menjadi bagian dari upaya pemerintah supaya produk-produk lokal masyarakat bisa terus bersaing dan tetap eksis di tengah perkembangan jaman,” pungkasnya. (Asep Mulyana)