Gawat, Robert Alberts Mulai Digoda Klub-klub di Negara Tetangga

Gawat, Robert Alberts Mulai Digoda Klub-klub di Negara Tetangga
Pelatih Persib Bandung Robert Alberts (tengah). (Persib Official)

INILAH, Bandung - Pelatih Persib Bandung, Robert Rene Alberts banjir tawaran. Ketidakpastian kompetisi di Indonesia menjadi penyebabnya. 

Pelatih asal Belanda ini mengatakan tawaran tersebut datang dari negara-negara tetangga. Seperti halnya Malaysia, Thailand hingga Vietnam. 

"Saya juga mendapat tawaran dari Singapura. Jadi ada penawaran langsung yang diberikan pada saya," ungkap Robert. 

Meski demikian, pelatih berusia 65 tahun ini mengaku tidak tertarik dengan tawaran tersebut. Sebaliknya dia memilih untuk bertahan di Persib meski kompetisi belum menemui kejelasan. 

Sempat diputuskan untuk dilanjutkan 1 November, namun Kepolisian Republik Indonesia (Polri) tetap tidak memberikan izin. Alasannya karena fokus Pilkada dan Pandemi Covid-19. 

Keputusan itu juga yang membuat rencana PSSI dan PT Liga Indonesia Baru (LIB) untuk melanjutkan kompetisi pada awal Oktober batal terlaksana. 

"Karena saya sudah melakukan diskusi dengan manajemen, dengan Glenn (Direktur Utama PT PBB) dan Teddy (Direktur PT PBB) kami bertemu di Jakarta dan bicara sangat serius tentang masa depan Persib. Saya pikir tidak banyak tim yang lebih baik dari Persib di regional ini dan saya senang berada di sini meskipun gaji dan uang yang saya terima lebih sedikit," jelasnya. 

Menurutnya, yang lebih penting adalah membangun kepercayaan dalam bekerjasama. Lalu menjaga rasa saling percaya satu sama lain hingga visi membuat Persib Bandung menjadi tim yang terbaik.

"Bukan hanya di Indonesia tapi juga di Asia Tenggara hingga Asia secara keseluruhan, di Liga Champions Asia di masa yang akan datang," tegasnya. 

Robert memastikan besaran uang bukan menjadi fokus utamanya. Terbukti nilai kontraknya lebih kecil dibandingkan saat menangani PSM Makassar. 

"Jadi bagi saya adalah menjadi sebuah kebanggaan bisa menjadi pelatih di Bandung, kepercayaan penuh diberikan dan budaya maupun masyarakat di Bandung juga membuat saya senang bisa tinggal di sini," pungkasnya.(Muhammad Ginanjar)