Inovasi Saat Pandemi, BSL Hadirkan Varian Anyar dan Terapkan 3M

Inovasi Saat Pandemi, BSL Hadirkan Varian Anyar dan Terapkan 3M
Foto: Doni Ramdhani

INILAH, Bandung - Pandemi Covid-19 ‘memukul’ bisnis para perlaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Produsen Bolu Susu Lembang (BSL) pun tak bisa menghindari dampak negatif tersebut.

Meski demikian, Area Manager BSL Bandung Moch Adiputra mengatakan pihaknya tetap optimistis menjalankan roda bisnisnya. Dia mengakui, sejak pandemi menyebar sejumlah gerai di beberapa lokasi terpaksa ditutup.

Dia menuturkan, khusus di gerai yang tetap buka pihaknya menerapkan protokol kesehatan. Sesuai anjuran pemerintah, setiap karyawan diharuskan menjaga jarak, mencuci tangan, dan memakai masker (3M).

"Sejak ada relaksasi pembukaan toko, kita mewajibkan semua karyawan kita untuk menerapkan anjuran 3M saat berada di dalam lingkungan kerja. Ini dilakukan untuk menjamin kesehatan mereka dari kemungkinan terburuk," ujar Adiputra, belum lama ini.

Selain itu, di sektor bisnis kuliner yang digeluti. BSL kini memiliki inovasi produk.

“Sekarang kita sedang mencoba untuk merangkak lagi. Inovasi yang bisa kita lakukan yaitu membuat varian baru, varian stroberi,” katanya.

Dia mengakui, keterpurukan bisnis kuliner itu sejalan dengan penerapan kebijakan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) di sejumlah daerah. Dikarenakan sejumlah ruas jalan ditutup, sejumlah gerai yang biasa berada di pinggir jalan pada jalur wisata pun terpaksa ditutup.

Khusus mengenai BSL varian stroberi itu spesial dihadirkan untuk para bolu-mania. Varian ini bisa didapatkan di gerai yang ada di sekitar Bandung Raya. Sebelumnya, varian ini hadir dalam kemasan mini pack.

“Tapi, karena animo customer ukup antusias akhirnya kami hadirkan varian regular pack,” tambahnya. 
Lebih detail, Adiputra menjelaskan BSL varian stroberi itu hadir dengan taburan keju yang relaif tebal dengan tekstur lembut. Aroma stroberi diakuinya menggugah selera yang dibalut legitnya bolu. 

“Daya tahan varian ini empat hari jika ditaruh di suhu ruangan tanpa terkena sinar matahari langsung. Sedangkan, kalau disimpan di dalam kulkas bisa tahan selama tujuh hari,” ujarnya seraya menyebutkan setiap kemasan reguler itu dibanderol Rp34 ribu.

Selain itu, kini BSL tidak memproduksi varian colenak. Artinya, kini BSL hanya hadir dalam varian original, vanila, cokelat, dan stroberi. Keempat varian itu siap memanjakan lidah konsumen dengan kualitas rasa, aroma, dan teksturnya. (Doni Ramdhani)