Tingkat Kesadaran Menurun, Terjaring Lebih dari 1.000 Pelanggar Protokol Kesehatan

Tingkat Kesadaran Menurun, Terjaring Lebih dari 1.000 Pelanggar Protokol Kesehatan
Ilustrasi (istimewa)

INILAH, Bandung - Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung telah menindak 1.183 pelanggar protokol kesehatan di masa adaptasi kebiasaan baru (AKB) diperketat periode September hingga Oktober.

Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Bandung Rasdian Setiadi mengatakan, pelanggar berasal dari perorangan masyarakat dan badan usaha seperti mal, kafe, resto serta tempat hiburan.

"Mereka yang ditindak tidak menggunakan masker, berkerumun. Untuk badan usaha, beroperasi di luar waktu. Mereka semua kita berikan tindakan," kata Rasdian pada Senin (19/10/2020).

Secara rinci, sebanyak 747orang ditindak karena tidak menggunakan masker. Mereka terjaring operasi di kawasan pasar, taman dan jalan umum. Selanjutnya ada sebanyak 220 aktivitas berkerumun.

"Mereka yang berkerumun di pasar, taman dan jalan umum. Kita sudah berikan tindakan baik secara lisan dan tertulis, termasuk beberapa di antara mereka kita berikan sanksi sosial," ucapnya.

Selanjutnya ditambahkan dia adalah sebanyak 146 mal dan toko modern, 93 kafe dan rumah makan serta 46 tempat hiburan yang di buka di luar batas operasional telah diberikan tindakan.

"Mereka kita tindak dengan penghentian kegiatan untuk badan usaha, dan untuk perorangan kita tindak dengan penahanan identitas kartu kependudukan. Dan kita terus imbau, sosialisasikan hal ini," ujar dia.

Ketua Forum Bandung Sehat Siti Muntamah Oded mengatakan, Pemkot Bandung terus berupaya melakukan edukasi tentang penerapan protokol kesehatan secara berkelanjutan.

"Kita terus edukasi, karena ketika kita status zona turun, kesadaran protokol kesehatan masyarakat pun cenderung menurun dan begitu sebaliknya. Ini bagian yang harus disikapi," kata Siti.

Sambung dia, razia masker yang tengah dilakukan pemerintah saat ini termasuk Satpol PP Kota Bandung harus terus dilakukan. Mereka yang melanggar harus ditegur, dan diberi masker.

"Kita juga terus melakukan pembagian masker, dan tercatat 300 ribu masker telah dibagikan kepada masyarakat. Edukasi pun harus kita lakukan secara persuasif termasuk tidak menerapkan sanksi denda," ucapnya. (yogo triastopo)