JNE Distribusikan Wakaf 1.000 Mushaf Program Wakaf Alquran APP Sinar Mas

JNE Distribusikan Wakaf 1.000 Mushaf Program Wakaf Alquran APP Sinar Mas
istimewa

INILAH, Bandung - Bertepatan dengan HUT ke-82 Yayasan Muslim Sinar Mas melalui Asia Pulp & Paper (APP) Sinar Mas mewakafkan 1.000 Alquran untuk pondok-pondok pesantren di wilayah Gunung Kidul, Yogyakarta.

Penyerahan ini dilakukan pekan lalu di Komplek Masjid Agung Al Ikhlas, Kepek II RT 001 RW 009, Kepek, Jalan Brigjen Katamso No 3, Kepek II, Wonosari, Kec Wonosari, Kabupaten Gunung Kidul, DI Yogyakarta.

Dengan tetap berpegang pada protokol kesehatan, acara ini dilangsungkan secara singkat dan terbatas. Turut hadir perwakilan dari sejumlah pihak yakni Kabag Kesra Kab Gunungkidul Azis Saleh, Ketua Umum Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kab Gunungkidul Sadmonodadi, Head Regional Jateng-DIY JNE Marsudi, Kepala Cabang JNE Yogyakarta Adi Subagyo, Head of Human Capital JNE Yogyakarta Husein Indiarto, dan Head of Unit Sales JNE Yogyakarta Apnan Zamhari.

Wakaf Yayasan Muslim Sinar Mas itu dilakukan dengan menggandeng BenihBaik.com sebagai crowdfunding platform terpercaya dan juga JNE untuk melakukan distribusi. Mereka mengajak serta masyarakat untuk turut berbagi kebaikan dengan mendonasikan Alquran melalu platform
crowdfunding. Setiap Alquran yang terkumpul dari donasi tersebut, jumlahnya akan digandakan APP Sinar Mas dengan jumlah maksimal mencapai 10.000 Alquran. Biaya untuk pengadaan satu buah Alquran ini senilai Rp47 ribu.

"Kolaborasi kebaikan ini memberikan manfaat bagi masyarakat khusunya warga Gunungkidul. Sebagai perusahaan ekspedisi, JNE memberikan bantuan pengiriman sesuai kapasitas kami. JNE berharap kerjasama dengan Benih Baik maupun pihak-pihak lain dapat berdampak pada kesejahteraan masyarakat," Head Regional Jateng-DIY JNE Marsudi. beberapa waktu lalu.

Sedangkan, Ketua Umum Yayasan Muslim Sinar Mas Saleh Husin menjelaskan, Indonesia sebagai negara berpenduduk muslim terbesar di dunia masih menghadapi masalah kurangnya ketersediaan Alquran. Dengan kebutuhan mencapai 4-5 juta mushaf per tahun, kemampuan pemerintah menyediakan Alquran baru sekitar 1 juta mushaf per tahun. Akibatnya, Kementerian Agama menyatakan sebanyak 65% umat muslim Indonesia belum mampu membaca Alquran.

"Itu sebabnya kami, Yayasan Muslim Sinar Mas melalui APP Sinar Mas, bersama BenihBaik.com, dan JNE mengajak publik untuk turut berpartisipasi dalam program Wakaf Quran ini, sekaligus mendukung pemerintah dalam pemenuhan kebutuhan Alquran di Tanah Air," tambah Saleh.

Program Wakaf Alquran merupakan upaya Yayasan Muslim Sinar Mas melalui APP Sinar Mas guna mengamalkan nilai-nilai kebaikan, kepedulian, serta semangat saling berbagi dan silaturahim dengan sesama. Hal ini juga merupakan komitmen untuk mendukung pemerintah dalam upaya pemenuhan kebutuhan Alquran di tanah air.

Sejak 2008, APP Sinar Mas telah mendonasikan lebih dari 900 ribu mushaf Alquran, 150 ribu buku panduan membaca Alquran atau Juz Amma, juga 300 set Alquran Braille bagi tuna netra, baik melalui mitra, maupun pilar bisnis Sinar Mas yang tersebar di berbagai wilayah. Tahun ini, APP Sinar Mas berencana mewakafkan hingga 150.000 mushaf, berikut 25.000 Juz Amma.

Kertas Alquran yang diwakafkan ini menggunakan kertas premium khusus Sinar Tech atau yang lebih dikenal sebagai Quran Paper (QPP). Produk kertas yang dikembangkan oleh unit industri APP, Indah Kiat Pulp & Paper – Tangerang ini memiliki tekstur yang sangat halus. Selain itu, hasil cetakannya sangat baik dan detil. Tinta tidak meluber, dan tidak tembus serta tidak menyilaukan mata pembacanya. Bahkan, kualitas cetakannya mampu bertahan hingga 100 tahun dalam keadaan normal.

Kelebihan lainnya, produk kertas ini sudah memenuhi sertifikat halal dari LPPOM MUI karena bahan baku dan proses produksinya telah memenuhi kaidah kehalalan. Sebanyak 90% dari produk ini diekspor ke negara-negara yang menjadi rujukan pusat-pusat percetakan Alquran seluruh dunia, antara lain Arab Saudi, Turki, Iran, dan Kuwait. Saat ini APP Sinar Mas sudah memasok 60% kebutuhan kertas Alquran di dunia sejak 2018. (*)