Robert Alberts Sentil Indonesia Utamakan Politik Dibandingkan Olahraga

Robert Alberts Sentil Indonesia Utamakan Politik Dibandingkan Olahraga
Foto: persib.co.id

INILAH, Bandung - Pelatih Persib Bandung, Robert Rene Alberts tetap menginstruksikan para pemainnya untuk waspada pada virus Corona (Covid-19). Pasalnya penyebaran virus yang berawal dari Wuhan, China itu masih tinggi.

Terbukti beberapa pemain sepak bola dunia dari berbagai negara terinfeksi Covid-19. Seperti halnya Cristiano Ronaldo dari Juventus, David Silva dari Real Sociedad, Paul Pogba dari Manchester United, Zlatan Ibrahimovic dari AC Milan hingga beberapa pemain dari klub Liga Perancis, Paris Saint Germain (PSG) seperti Neymar, Kylian Mbappe, Angel Di Maria, Marquinhos, Mauro Icardi, dan Keylor Navas.

"Saya pikir di seluruh dunia sudah mempelajari bahwa Covid-19 mendadak menjadi kenyataan. Lalu kami mengikuti instruksi menjaga kesehatan dan keselamatan sebisa mungkin," kata Robert di Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA), Kota Bandung, Senin (19/10/2020). 

Pelatih asal Belanda ini menilai Covid-19 ini tidak bisa dihilangkan begitu saja. Sebaliknya harus bisa hidup berdampingan. 

"Covid-19 tetap ada di sekitar kami layaknya penyakit lainnya, seperti malaria, demam berdarah yang juga mematikan. Semua orang juga harus melindungi diri mereka supaya tidak terkena gigitan nyamuk. Dan ini adalah sesuatu yang harus bisa diterima untuk hidup bersama. Karena orang-orang juga saat ini masih belum tahu cara paling efektif dalam memerangi Covid-19," tuturnya. 

Terbukti hingga saat ini belum didapatkan obat untuk memerangi Covid-19. Alhasil penyebaran Covid-19 tetap berlangsung. 

"Sambil menunggu ilmuwan melakukan percobaan. Kegiatan olahraga di seluruh dunia sudah dilanjutkan, tapi di Indonesia ada kegiatan politik yang diutamakan. Meskipun PSSI dan LIB sudah menyetujui liga boleh dilanjutkan, pihak otoritas lain masih bisa membatalkannya," sesalnya. 

Kondisi ini kata Robert sangat berbeda jauh dengan Indonesia. Sebab di negara lain, pihak kepolisian mengikuti instruksi dari penyelenggara kompetisi. 

"Tapi disini (Indonesia) berbeda, itu yang saya katakan tadi, struktur politiknya berbeda dan kami harus menerimanya karena ini budaya di negara ini," pungkasnya. (Muhammad Ginanjar)