Penyebaran Covid-19 di Garut Sudah Merambah Klaster Pesantren 

Penyebaran Covid-19 di Garut Sudah Merambah Klaster Pesantren 
Foto: Zainulmukhtar

INILAH, Garut - Penyebaran virus corona baru atau Covid-19 di wilayah Kabupaten Garut makin meningkat ke berbagai kalangan bahkan kini sudah merambah klaster pesantren.

Adanya klaster pesantren yang menjadi penyebaran Covid-19 tersebut dikemukakan Bupati Garut Rudy Gunawan usai melantik sebanyak 22 pejabat struktural dan empat pejabat fungsional di lingkungan Pemkab Garut di Lapang Apel Setda Garut Jalan Pembangunan, Senin (19/10/2020).

Rudy kembali menegaskan Kabupaten Garut sekarang sedang dalam kondisi Darurat Pandemi Covid-19. Karenanya, dia para pejabat daerah ikut serta membantu menghadapi kondisi tersebut. 

Rudy juga menekankan Dinas Kesehatan harus lebih giat melakukan tugasnya supaya tidak lagi mengalami 'outbreak'.

“Outbreak itu ada di kluster pesantren. Ada 15. Sekarang kita lakukan, tapi hasil tracing yang keduanya turun lagi karena faktor pemeriksaan yang massif," ujarnya. 

Rudy tak menyebutkan pesantren mana dan di mana lokasi pesantren tersebut berada. 
Rudy juga mengakui masyarakat di Kabupaten Garut masih abai akan penggunaan masker. Sehingga Pemkab Garut harus melakukan langkah-langkah preventif.

Rudy menyebutkan, pihaknya pernah menyebutkan sekolah di bawah naungan Kementerian Agama di Garut boleh dibuka dengan catatan mesti memperhatikan protokol kesehatan. 

"Jangan sampai outbreak kedua. Jadi kalau outbreak itu sudah mencapai 100, PSBB parsial mungkin akan dilakukan," ujarnya.

Dari informasi diperoleh, ditengarai klaster pesantren di Kabupaten Garut ditemukan di wilayah Kecamatan Balubur Limbangan, tepatnya di Desa Cijolang, ketika terjadi lonjakan penambahan kasus baru positif Covid-19 mencapai sebanyak 63 kasus dalam sehari. 

Di pesantren tersebut terkonfirmasi ada 15 santrinya positif tertular Covid-19.
Secara keseluruhan, kasus positif Covid-19 di wilayah Kecamatan Balubur Limbangan sendiri hingga 18 Oktober 2020 mencapai sebanyak 32 kasus, sama dengan jumlah kasus positif terjadi di wilayah Kecamatan Tarogong Kaler yang menempati urutan keempat sebagai kecamatan terbanyak kasus positif Covid-19. 

Sebelumnya, di Kabupaten Garut sempat terdapat sedikitnya 13 anak terpapar Covid-19 dari klaster pesantren di luar Kabupaten Garut, seperti dikemukakan Wakil Bupati Garut Helmi Budiman.

Dia pun kembali mengingatkan masyarakat agar lebih meningkatkan upaya pencegahan penyebaran Covid-19 dengan selalu memakai masker, mencuci tangan, dan menjaga jarak. (Zainulmukhtar)