Antisipasi Banjir, Pemkot Bandung Bangun Dua Kolam Retensi Baru

Antisipasi Banjir, Pemkot Bandung Bangun Dua Kolam Retensi Baru
istimewa

INILAH, Bandung - Pemerintahan Kota (Pemkot) Bandung terus berupaya mengurangi dampak banjir dengan membuat dua kolam retensi. Keduanya berada di wilayah Kecamatan Rancasari yaitu di Komplek Keadilan RW 10 Rancacili dan tepi Sungai Cipamokolan.

"Ada beberapa alternatif untuk musim penghujan yakni membuat kolam retensi, ini yang dimintakan langsung oleh pak wali kota untuk bisa mengurangi dampak banjir di Kota Bandung," kata Wakil Wali Kota Bandung Yana Mulyana, Senin (19/10/2020).

Menurutnya, keberadaan lahan yang berada di tepi Sungai Cipamokolan tersebut merupakan milik PT Bandung Infra investama (BII) yakni salah satu Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) Kota Bandung. 

"Meskipun satu itu (tepi Sungai Cipamokolan) sudah penyertaan modal kepada PT BII. Kalau di RW 10, memang masih lahan milik Pemkot. Nanti kita lihat peruntukannya untuk apa," ucapnya. 

Diketahui, lahan seluas 3,4 hektare milik BII di kawasan Derwati rencananya untuk dikembangkan menjadi kawasan komersil. Sedangkan lahan di RW 10 dengan luas sekitar 2,8 hektare merupakan aset lahan milik Pemkot Bandung. 

Sementara itu, Kepala Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Kota Bandung Didi Ruswandi mengaku akan menindaklanjuti kedua opsi kolam retensi tersebut dengan membuat landscape terlebih dahulu. 

"Rencana tindak lanjut yang sudah ada. Landscapenya seperti di Rancabolang satu dan Bima. Konsepnya serupa, mudah-mudahan kita akan swakelola dulu kemudian di tahun berikutnya landscapenya akan dibuat," kata Didi. 

Dia menuturkan, rencana pembuatan kolam retensi di tepi Sungai Cipamokolan bisa mengurangi debit air yang tinggi limpahan dari Gedebage. Karenanya dia berharap, rencana tersebut segera terealisasikan pemerintah waktu dekat ini. 

"Pembuatan kolam retensi di sini efektif karena terkoneksi dengan banjir yang di Gedebage, karena tersambung salurannya di sepanjang tol. Kalau BII punya konsep yang terapung, ya kita sinergikan," tuturnya. (Yogo Triastopo)