Hanya 70 Persen Penduduk Dapat Vaksinasi Covid-19

Hanya 70 Persen Penduduk Dapat Vaksinasi Covid-19
istimewa

INILAH, Jakarta - Dalam upaya penanganan pandemi covid-19, pemerintah menargetkan pemberian vaksinasi covid-19 kepada 70 persen penduduk Indonesia.

Prosentase 70 persen penduduk Indonesia tersebut setara dengan 160 juta penduduk. Mengapa hanya diambil 70 persen?

Menurut Direktur Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Kementerian Kesehatan Achmad Yurianto, angka tersebut sudah mencapai herd imunity. Sehingga, lanjut Yuri, vaksinasi tidak perlu dilakukan untuk 100 persen penduduk Indonesia.

"Kalau kekebalan komunitas, herd immunity, maka vaksinasi tidak perlu 100 persen, cukup 70 persen Sudah mencapai kekebalan kelompok," kata Yurianto saat webinar perkembangan vaksin covid-19, Jakarta, Senin, (19/10/2020).

Yuri menambahkan, untuk vaksinasi covid-19, akan didahulukan kepada kelompok masyarakat yang menjadi garda terdepan dalam menangani pandemi covid-19. Mereka adalah tenaga kesehatan yang bertugas di rumah sakit rujukan penanganan pasien covid - 19.

"Prioritas pertama kali adalah tenaga kesehatan. Mereka sangat berisiko dan tertular menjadi sakit karena covid-19. Kemudian tenaga laboratorium yang terlibat langsung dalam pengujian spesimen," tambahnya.

Selanjutnya kelompok yang menjadi target vaksinasi adalah mereka yang bekerja di fasilitas publik.

"Kelompok berikutnya adalah mereka yang memiliki risiko besar, seperti Satpol PP, POLISI, TNI. Kemudian, pegawai yang memberikan jasa pelayanan publik di Bandara, Stasiun, Kereta api, dan Pelabuhan," ujarnya.

Pemerintah, masih menurut Yuri, akan menyediakan sekitar 320 juta dosis vaksin covid-19 jika setiap orang membutuhkan dua dosis vaksin.

Penduduk yang akan dilakukan vaksinasi covid-19 adalah mereka yang berada pada rentan usia 18-59 tahun. Hal tersebut sesuai dengan usia dan uji klinis fase tiga yang sudah dilakukan oleh produsen vaksin, Sinofac, Sinofarm, Cansino.

"Vaksinasi untuk 18-59 tahun. Maka kelompok inilah yang kita berikan. Di kelompok ini tidak boleh diberikan kepada orang yang memiliki penyakit penyerta berat. Vaksinasi ini tidak ada uji klinis untuk usia 0 - 18 tahun dan di atas 59 tahun, tetapi bukan berarti kami abaikan dalam bentangan usia tersebut," papar Yuri.

Jika proses sertifikasi halal sudah ada dari MUI, BPOM dan Kementerian Agama, rencananya vaksinasi covid-19 pertama akan diberikan pada akhir November 2020., terhadap 9,1 juta orang dengan menggunakan vaksin dari Sinovac, Sinofarm, dan Cansino. (inilah.com)