Terciduk, Dua Kurir Sabu Kualitas Terbaik Spesialis MOdus Tempel

Terciduk, Dua Kurir Sabu Kualitas Terbaik Spesialis MOdus Tempel
Direktorat Reserse Narkoba Polda Jabar menangkap dua kurir narkotika berinisal SA dan C. (Ridwan Abdul Malik)

INILAH, Bandung - Direktorat Reserse Narkoba Polda Jabar menangkap dua kurir narkotika berinisal SA dan C. Para pelaku biasa melakukan pengiriman barang haram tersebut dengan modus ditempel.

Para pelaku, ditangkap oleh personel Subdit 1 Direktorat Reserse Narkoba Polda Jabar yang dipimpin Kasubdit AKBP Herry Afnadi di dua lokasi berbeda. SA ditangkap di kontrakannya di kawasan Kampung Sukarame, Desa Cileunyi, Kabupaten Bandung.

"Sementara itu, C diamankan di daerah Surya Sumantri, Kecamatan Sukajadi, Kota Bandung," ucap Direktur Reserse Narkoba Polda Jabar Kombes Rudy Ahmad Sudrajat di Mapolda Jabar, Jalan Soekarno-hatta, Kota Bandung, Selasa (20/10/2020).

Rudy menjelaskan, saat ditangkap polisi menemukan narkotika jenis sabu seberat 1,5 kilogram. Kedua pelaku adalah kurir yang ditugaskan untuk menempel (meletakkan) narkotika jenis sabu itu, di tempat yang telah disetujui.

"Yang bersangkutan menerima perintah dari tersangka atas nama Nono masih DPO, di Tanjung Priok melalui telefon. Kemudian, di perintahkan untuk mengambil sabu tempelan di daerah Ciawi. Kemudian dibawa untuk ditempel lagi di daerah Sutami, Gegerkalong," ungkap Rudy.

Selain mengamankan narkotika jenis sabu. Rudy menyebutkan, polisi juga turut mengamankan barang bukti lainnya berupa timbangan, handphone dan plastik klip berukuran besar maupun kecil.

"Untuk TKP SA itu di kontrakan di Cileunyi. Jadi dia menyewa satu kamar di sana, ditemukanlah barang bukti disana sebanyak 1,5 kilogram, sabunya ini super gold, paling mahal, dan kemasannya pun berbeda," tutur Rudy.

Sementara itu, Kabid Humas Polda Jabar Kombes Erdi A Chaniago menambahkan, atas perbuatannya, para pelaku dijerat Pasal 114 ayat (2) dan atau Pasal 112 ayat (2) dan atau Pasal 111 ayat (2) Undang-undang Nomor 35 tahun 2009 tentang narkotika.

"Para pelaku terancam hukuman mati atau hukuman penjara seumur hidup, lalu pidana denda paling sedikit Rp1 Miliar dan paling banyak Rp10 Miliar," pungkasnya. (Ridwan Abdul Malik)