Pendaftaran Calon Wabup Cirebon Dibuka, Istri Sunjaya Kok Santai Saja?

Pendaftaran Calon Wabup Cirebon Dibuka, Istri Sunjaya Kok Santai Saja?
Foto: Maman Suharman

INILAH, Cirebon - Panitia Pemilihan (Panlih) DPRD Kabupaten Cirebon akhirnya membuka pendaftaran calon wakil bupati (Wabup) Cirebon. Ketua Panlih Cirebon Mustopa mengatakan, pendaftaran dilakukan pada Selasa-Rabu (20-21/10/2020).

"Pendaftaran calon wakil bupati itu dibuka hanya dua hari saja. Kalau tidak ada yang mendaftar, ya kita tutup. Mekanismenya begitu," ungkap Mustopa, Selasa (20/10/2020).

Mustopa menjelaskan, walaupun memang sudah ada rekomendasi dua orang cawabup Cirebon dari PDIP namun pihaknya tetap membuka siapa saja yang akan mendaftar. Nanti berkas pendaftaran akan diverifikasi. Setelah lolos verifikasi maka Panlih akan mengumumkan dua calon.  

"Silahkan saja yang mau daftar darimana saja bebas. Tapi kita kan tetap memilih yang sudah dapat rekom dari DPP PDIP. Ini kan hajatnya PDIP, jadi kita akan memilih dua calon yang sudah dapat rekom," ungkap Mustopa.

Terkait pengumuman nama-nama yang sudah mendaftar akan diumumkan Rabu besok. Namun, Mustopa enggan memberikan alasan pasti terkait kenapa sampai sekarang belum ada yang mendaftar. Meskipun dia anggota dewan dari PDIP, namun tidak etis mempertanyakan masalah tersebut. Alasannya, demi independensi Panlih.

"Saya orang PDIP, tapi tidak ada hak saya untuk menanyakan kapan cawabup akan melakukan pendaftaran. Ya tidak etis saja, karena untuk menjaga independensi Panlih. Karena Panlih bukan bagian dari timses calon," jelasnya.

Mustopa juga menyinggung, saat pembukaan pendaftaran memang ada yang menyerahkan berkas. Namun, sampai saat ini belum diketahui, berkas tersebut isinya apa. Sementara, Panlih membuka seluas luasnya aspirasi masyarakat. Bisa berupa dukungan, bisa berupa saran atau bisa saja berupa penolakan.

"Ada dua orang yang menyerahkan berkas. Nanti kita buka dengan intern kita, terkait isinya apa. Tapi yang pasti, Panlih akan mengumumkan dua nama cawabup hasil verifikasi, seminggu setelah penutupan pendaftaran," tukasnya.

Sementara itu, sampai berita ini diturunkan belum ada kesibukan yang terlihat di DPC PDIP Kabupaten Cirebon. Rekom Wabup yang kabarnya turun kepada istri mantan bupati Sunjaya, Wahyu Tjiptaningsing (Ayu) dan Cunadi tetap masih menjadi polemik. 

Beberapa anggota dewan keukeuh, mereka belum bisa melihat bentuk fisik rekom tersebut. Padahal, seharusnya begitu rekom keluar, minimal pimpinan dewan diperlihatkan nama cawabup yang sudah mendapatkan rekom. (Maman Suharman)