Program TKM Jadi Solusi Untuk Kemandirian Buruh Korban PHK

Program TKM Jadi Solusi Untuk Kemandirian Buruh Korban PHK

INILAH, Purwakarta - Pemkab Purwakarta saat ini lebih mengoptimalkan anggaran yang ada untuk pemulihan ekonomi masyarakat. Adapun fokus optimasilasi anggaran daerah ini misalnya untuk pemulihan ekonomi di sektor UMKM, Perdagangan, pariwisata, dan sektor kesehatan, termasuk pemulihan ekonomi kaum buruh yang terdampak pandemi.

Seperti yang dilakukan melalui Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) saat ini tengah berupaya supaya perekonomian para buruh tidak terlalu terpuruk secara signifikan di masa pandemi ini. Terlebih, banyak di antara mereka yang terpaksa menganggur akibat terkena pemutusan hubungan kerja.

Selain dengan memberikan stimulus sebesar Rp2 juta per orang sebagai bantuan modal untuk usaha mandiri, pemerintah pun memberikan bantuan lain bagi para buruh ini. Yakni, melalui beragam pelatihan. Tujuannya, supaya mereka bisa tetap produktif dan menjadi pekerja mandiri.

Kabid Penempatan Tenaga Kerja pada Disnakertrans Purwakarta Tuti Gantini menuturkan, jajarannya selama ini diberi tanggung jawab untuk membantu memfasilitasi warga yang belum bekerja. Terutama, warga usia produktif tapi tidak punya keterampilan atau pekerjaan.

“Salah satu program di bidang kami, itu kaitan dengan pengembangan tenaga kerja mandiri (TKM),” ujar Tuti saat berbincang dengan INILAH di kantornya, Selasa (20/10/2020).

Dalam program tersebut, sambung dia, masyarakat akan dilatih dan dibina untuk lebih produktif dan diciptakan menjadi tenaga kerja mandiri. Misalnya, menjahit, beternak, dan lainnya. Selain pelatihan, mereka juga diberi bantuan untuk alat praktek.

Jadi, sambung dia, yang minatnya menjahit, akan diberi bantuan mesih jahit. Begitupun yang berternak, itu akan diberi bantuan hewan ternaknya. Tak hanya itu, selama pelatihan ini para peserta juga akan diberi bekal uang saku, termasuk makan-minum. Adapun pelatihan sendiri, berlangsung selama tiga hari.

“Bantuan ini biasanya satu paket. Yakni untuk 20 orang. Untuk penerimanya, itu tergantung pengajuan dari desa/kelurahan masing-masing. TKM ini, merupakan program yang diluncurkan pemerintah pusat beberapa tahun terakhir,” jelasnya.

Tahun ini, kata dia, anggaran yang bersumber dari bantuan pusat, Purwakarta mendapat jatah program TKM untuk delapan paket. Dengan kata lain, ada 160 orang yang menerima bantuan tersebut. Bantuan tersebut, telah di salurkan seluruhnya. Yang mendominasi, bantuan untuk alat menjahit.

“Kebanyakan ibu-ibu produkti. Untuk bantuan dari pusat, sudah tersalurkan seluruhnya,” ujarnya.

Di masa pandemi ini, jajarannya pun kembali mendapat bantuan untuk program TKM ini. Namun, kali ini sumber anggarannya dari pemerintah daerah. Adapun alokasi anggaran di APBD perubahan untuk program TKM ini dikhususkan untuk para buruh yang terkena PHK dampak dari pandemi.

“Untuk anggaran yang bersumber dari APBD, itu dikhususkan bagi mereka yang terkena PHK. Namun, anggaran ini hanya untuk 20 orang atau satu paket saja. Program TKM dari kabupaten ini akan dimulai pada November mendatang,” jelasnya.

Menurut dia, program ini cukup efektif untuk meminimalisasi angka pengangguran di wilayahnya. Karena dengan begitu, akan tercipta warga yang produktif dan memiliki penghasilan sendiri. Adapun tujuan utama dari program ini, tak lain  untuk meningkatkan taraf ekonomi masyarakat.

“Makanya, sasaran dari program ini yakni mereka yang masih usia produktif, antara 19-29 tahun," tambahnya.‎ (Asep Mulyana)