Direktur Bappenas: PAUD Harus Mencakup Seluruh Dimensi

Direktur Bappenas: PAUD Harus Mencakup Seluruh Dimensi
Direktur Agama, Pendidikan dan Kebudayaan Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) Amich Alhumami, Ph.D. (antara)

INILAH, Jakarta - Direktur Agama, Pendidikan dan Kebudayaan Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) Amich Alhumami, Ph.D., mengatakan pendidikan anak usia dini (PAUD) harus mencakup seluruh dimensi secara lengkap yang meliputi fisik, kognitif, afektif hingga sosial spiritual moral.

"Untuk membangun pondasi perkembangan anak usia dini semua dimensi harus dilakukan secara lengkap," kata dia pada kegiatan peluncuran analisis perkembangan anak usia dini Indonesia 2018 secara virtual yang dipantau di Jakarta, Selasa.

Ketua Sub Pokja Goal 4 SDG's tersebut mengatakan semua pihak harus memahami bahwa anak usia dini adalah periode emas. Oleh sebab itu, merupakan sebuah kesempatan dalam memfasilitasi tumbuh kembang anak secara maksimal.

Pada masa periode emas tersebut setiap anak secara fisik harus bisa diajarkan dengan baik agar memiliki kemampuan yang baik pula.

Kemudian, anak juga harus memiliki keterampilan psikomotorik yang bagus, mempunyai kesehatan mental yang baik hingga kognitifnya juga harus didorong agar mempunyai daya inteligensi yang tampil melalui berpikir kritis dan imajinatif.

Menurut dia yang tidak kalah penting tentunya dimensi afektif agar anak memiliki rasa simpati dan empati termasuk pengendalian emosi hingga pengungkapan dirinya.

"Yang melengkapi semua dimensi ialah sosial spiritual dan moral. Ini terkait pendidikan karakter dan etika," kata Amich Alhumami.

Sementara itu, Perwakilan Dana Anak-Anak Perserikatan Bangsa-Bangsa (UNICEF) di Indonesia Debora Comini mengatakan secara umum setiap pihak harus memerhatikan perkembangan anak secara holistik karena tidak cukup hanya masalah fisik dan emosi saja namun seluruh aspek harus diperhatikan karena saling terkait.

Oleh sebab itu, perlu ada intervensi guna meningkatkan edukasi, kesehatan dan lain sebagainya terhadap tumbuh kembang anak.

Secara umum UNICEF terkesan dengan komitmen yang diperlihatkan oleh pemerintah Indonesia terutama Bappenas dalam harmonisasi program-program Early Childhood Education and Development (ECDI).

"Ini menunjukkan komitmen yang kuat dari Indonesia dalam mencapai tujuan SDGs terutama mengenai perkembangan anak usia dini," katanya.

Ke depan, UNICEF berharap pemerintah Indonesia terutama Badan Pusat Statistik secara teratur dan konsisten melakukan asesmen melalui survei nasional guna memonitor kemajuan dan mengambil langkah perbaikan apabila diperlukan terkait kebijakan anak usia dini, demikian Debora Comini. (antara)