Tiga Relawan KAMI Jabar Resmi Ditetapkan Tersangka

Tiga Relawan KAMI Jabar Resmi Ditetapkan Tersangka
Kabid Humas Polda Jabar Kombes Erdi A Chaniago. (Ridwan Abdul Malik)

INILAH, Bandung - Kepolisian Daerah (Polda) Jawa Barat kembali menetapkan tiga tersangka dalam kasus penyekapan dan penganiayaan pada Brigadir A di sebuah rumah di Jalan Sultan Agung Nomor 12, Kota Bandung. Total, sudah ada 10 tersangka dalam kasus tersebut.

Hal itu diungkapkan langsung, Kabid Humas Polda Jabar Kombes Erdi A Chaniago saat ditemui di Mapolda Jabar, Jalan Soekarno-hatta, Kota Bandung, Rabu (21/10/2020).

"Kemarin dari hasil penyidikan bahwa, muncul tiga orang lagi, yang kemudian kemarin sudah dilakukan penangkapan dan dilakukan penahanan juga," ucap Erdi.

Ketiga tersangka tersebut diduga terlibat dalam pengeroyokan yang menyebabkan Brigadir A terluka parah. Satu diantara tersangka berstatus mahasiswa dan dua lainnya pegawai swasta, semuanya merupakan relawan Koalisi Aksi Menyelematkan Indonesia (KAMI) Jawa Barat.

"Mereka statusnya sama, pengeroyokan, satu pekerjaannya mahasiswa, dua lagi swasta. Mereka relawan (KAMI)," ujar Erdi.

Selain menetapkan tersangka baru, Erdi menambahkan, sebuah fakta baru terungkap dari penyelidikan polisi. Diketahui, KAMI Jabar melakukan penggalangan dana untuk dibelikan keperluan logistik bagi para pendemo pada tanggal 8 Oktober 2020 di Kota Bandung.
"Seperti yang kita ketahui bersama, bahwa hasil pemeriksaan sementara dari salah satu petinggi KAMI itu memang menyebutkan bahwa kejadian demo tanggal 8 itu mereka menghimpun dana sebanyak Rp12 juta. Kemudian uang tersebut diberikan makanan dan minum pada saat aksi kepada relawan kami," pungkasnya.

 

Untuk diketahui polisi menjerat para tersangka dengan Pasal 351 dan Pasal 170 KUHP tentang penganiyaan, dengan ancaman pidana penjara lebih dari 5 tahun.

Sebelumnya, Polisi sudah menetapkan tujuh orang tersangka dalam Aksi Tolak Omnibuslaw di depan Gedung Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Jabar Kamis (8/10/2020) lalu.

Pasca demo yang berujung ricuh, ketujuhnya diketahui melakukan penyekapan dan penganiayaan terhadap petugas kepolisian dengan pangkat Brigadir berinisial A. Aksi penganiayaan itu dilakukan di sebuah bangunan yang terletak di Jalan Sultan Agung, Kota Bandung yang diduga menjadi Sekretariat KAMI Jabar.

Penganiayaan itu bermula ketika Brigadir A mengejar pendemo anarkis dengan mengenakan pakaian preman. Dia kemudian dianiaya dengan menggunakan barang seperti sekop dan batu.

Kemudian, polisi menangkap 75 orang yang diduga melakukan tindak anarkis. Lalu, dilakukan pengembangan dan ditetapkan tujuh tersangka. Tiga orang berinisial DR, DH, dan CH ditahan di Mapolda Jabar sedangkan satu lainnya ditahan di Polres Karawang. Untuk sisa tersangka lainnya tidak dilakukan penahanan karena masih di bawah umur dan berstatus sebagai pelajar. (Ridwan Abdul Malik)