Mudahkan Proses Administrasi, Diskominfo Jabar Kembangkan E-office

Mudahkan Proses Administrasi, Diskominfo Jabar Kembangkan E-office

INILAH, Bandung,- Pemerintah Provinsi Jawa Barat melalui Dinas Komunikasi dan Informasi (Diskominfo) Jawa Barat kembali berinovasi untuk mewujudkan provinsi digital. Yang terbaru, yaitu mengembangkan E-office agar memudahkan proses administrasi.

Kepala Dinas Komunikasi dan Informasi (Kadiskominfo) Jawa Barat Setiaji mengatakan, saat ini pihaknya bersama Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Daerah Jawa Barat sedang terus mematangkan E-office ini. "Selama ini kita kan berbasis kertas, seperti untuk surat, undangan. Jadi prosesnya nanti dari komputer, diketik dimasukin sistem e-office," ujar Setiaji, Selasa (13/10/2020).

Menurut Setiaji, dewasa ini proses administrasi cenderung mengandalkan kertas untuk membuat surat maupun dokumen. Padahal di sisi lain penggunaan kertas dapat berkontribusi besar dalam kerusakan lingkungan. "Karena itu, dengan E-office ini maka ke depan  akan meminimalisir penggunaan kertas menjadi paperless," katanya.

Dia memastikan, E-office memiliki banyak keunggulan dan kemudahan, salah satunya untuk menjaga keamanan dokumen. Sehingga tidak ada pemalsuan yang dilakukn pihak tidak bertanggung jawab. "Selain itu, juga memudahkan pengelolaan surat masuk dan surat keluar secara elektronik," katanya.

Hal lainnya, Setiaji mengatakan, E-office ini tentunya bakal meningkatkan efisiensi dan efektifitas pengelolaan surat menyurat dan pelayanan publik. Juga mempercepat pengelolaan tata naskah dinas secara elektronik. "E-office ini juga sebagai upaya mendukung kerja work form home (WFH), sehingga dapat memudahkan," katanya.

Pihaknya menargetkan, setiap Organisasi Perangkat Daaerah  (OPD) di Pemprov Jabar dapat mengaplikasikan E-Office ini pada akhir tahun 2020 nanti. Di mana saat ini sedang diujicoba di Diskominfo Jabar dan Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Daerah Jabar. "Paling tidak uji coba ini selama dua bulan dan diakhir tahun dapat disebarkan ke seluruh OPD," katanya.

Lebih lanjut, pihaknya juga sedang terus mengodok tanda tangan digital pada sistem pemerintahan maupun masyarkat Jabar.  Di mana hal ini juga memiliki peranan penting dalam keamanan dokumen termasuk dalam pelestarian sumber daya alam. Mengingat dampak positifnya terhadap lingkungan, yaitu membantu menekan penebangan pohon yang digunakan untuk memproduksi kertas. "Tanda tangan digital saat ini sudah diterapkan, tapi memang belum menyeluruh. Kami sedang terus menyempurnakan," pungkasnya. (Inforial Diskominfo Jabar)