Pengamat: Daya Saing UMKM Jadi Prioritas di Tengah Pandemi Covid-19

Pengamat: Daya Saing UMKM Jadi Prioritas di Tengah Pandemi Covid-19
Foto: Istimewa

INILAH, Bandung - Peningkatan daya saing Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) menjadi salah satu bidang prioritas nasional mengingat kontribusi yang signifikan dari sektor ini untuk pertumbuhan ekonomi Indonesia.

Sayangnya, sejak Covid-19 banyak UMKM yang mengalami penurunan kinerja karena menurunnya penjualan bahkan sebagian diantaranya diduga telah bangkrut. Tak terkecuali, UMKM Heros yang berlokasi di Sukamanah, Pangalengan.

UMKM dengan produk utama Egg roll kentang g-Lis 114 tersebut pada umumnya mempekerjakan empat orang karyawan tetap, akan tetapi sejak Covid-19, harus memberhentikan sementara 2 orang karyawan tetap dan mengurangi volume produksi hampir 50%.

Dosen Agribisnis dan Teknologi Pangan Halal Universitas Muhammadiyah Bandung, Tri Hanifawati dan Ratna Sari L, membantu mengatasi permasalahan tersebut melalui Program Kemitraan Masyarakat yang merupakan hibah Kemenristek-BRIN tahun 2020.

Melalui program tersebut, terjadi transfer ilmu pengetahuan dan teknologi untuk meningkatkan daya saing mitra UMKM dalam aspek manajemen keuangan, pemasaran, dan produksi.

"Pengabdian masyarakat sudah terlaksana sebesar tujuh puluh persen dari yang direncanakan berlangsung dari bulan Juli hingga Oktober 2020, antara lain melalui pembinaan dan mentoring yang dilakukan secara daring tentang aspek pencatatan keuangan, pemasaran internet, dan produksi," ujar Tri, Kamis (22/10/2020).

Tri menjelaskan bahwa UMKM diberikan pelatihan pencatatan keuangan secara digital dan pendokumentasian bukti transaksi serta laporan keuangan termasuk bagaimana menganalisa sehat tidaknya keuangan perusahaan.

Selain itu lanjut Tri, UMKM diberikan pelatihan bagaimana menjaga pengelolaan produksi mengikuti cara pengolahan pangan yang baik pada industri rumah tangga serta mengembangkan inovasi produk. Dari pembinaan yang telah dilakukan, dihasilkan dua varian rasa egg roll baru, yaitu Seaweed dan Salted Egg. Diberikan pula bantuan modal dalam bentuk alat dan bahan produksi.

"Meskipun dilakukan secara daring, mitra UMKM sangat kooperatif dalam mengikuti rangkaian program yang telah dijadwalkan," jelas Tri.

Pada aspek pemasaran kata Tri, UMKM dilatih untuk mengelola toko online dan melakukan branding. Selain itu, dilakukan pula pelatihan fotografi dengan tujuan meningkatkan keterampilan umkm dalam membuat foto yang menarik untuk promosi dan branding produk secara online.

"Pemilik UMKM Heros, Ibu Heni Rosmala mengucapkan terima kasih karena dengan adanya program pengabdian masyarakat ini telah membantu meningkatkan pengetahuan dan keterampilan UMKM dalam mengelola keuangan dan produksi, meningkatkan jumlah aset dan varian produk, serta meningkatkan promosi dan penjualan produk Egg roll g-lis 114," tambah Tri. (Okky Adiana)