Alhamdulillah, Berkat Bantuan Rp2 Juta, Dapur Erna Tetap Ngebul

Alhamdulillah, Berkat Bantuan Rp2 Juta, Dapur Erna Tetap Ngebul
Foto: Asep Mulyana

INILAH, Purwakarta – Pemkab Purwakarta, saat ini tengah mendorong supaya para buruh korban PHK akibat dari pandemic Covid-19 bisa tetap produktif. Caranya, dengan memberikan stimulus sebesar Rp2 juta per orang sebagai bantuan modal untuk usaha. Sehingga, mereka bisa menjadi pekerja mandiri.

Salah seorang penerima bantuan stimulus, Ernawati (37) warga asal Kampung Pangupukan, Kelurahan Munjuljaya, Kecamatan Purwakarta menuturkan, pihaknya sangat terbantu dengan adanya bantuan tersebut. Karena, dengan bantuan stimulus ini dirinya bisa kembali bangkit dan produktif untuk membantu perekonomian keluarga.

“Tak menyangka bisa terpilih sebagai salah satu penerima bantuan sosial efek Pandemi Covid-19. Tentunya, sangat terharu dan bahagia,”ujar Ibu tiga anak itu kepada INILAH, Kamis (22/10/2020).

Dari bantuan yang diterimanya melalui Dinas Sosial, Erna pergunakan untuk berdagang kecil-kecilan. Saat ini, dirinya lebih fokus pada usaha kecilnya itu. Meskipun hasilnya tak sebanding dengan upah yang diterimanya saat bekerja di PT Dada Indonesia yang mencapai Rp 3,7 juta per bulan.

“Dari bantuan itu, saya gunakan untuk dagang kecil-kecilan di rumahnya. Ya jualan seblak, cilok goang, sama jajanan anak-anak lainnya,” ujar Erna.

Pihaknya sangat bersyukur dengan adanya bantuan dari pemerintah ini. Sebab, dengan berjualan kecil-kecilan ini, dapurnya tetap ngebul. Dan tentu, anak-anaknya masih bisa jajan serta membeli kuota, untuk kepentingan belajar daring.

“Hasil dagang tak tentu, kadang dapat Rp 50 ribu, Rp 100 ribu bahkan lebih. Tetapi, alhamdulillah anak-anak masih bisa makan dan bisa jajan seperti yang lainnya. Sangat terbantu,” katanya.

Dia pun sempat bercerita soal keterpurukannya pasca PHK. Dia menjelaskan, lebih dari setahun ini Erna menganggur karena di-PHK, akibat perusahaan tempatnya bekerja selama 14 tahun ini gulung tikar. Karena kondisi itu, ekonomi keluarganya menjadi terseok-seok.

Terlebih, upah yang diterima suaminya sebagai buruh serabutan, tak bisa mencukupi kebutuhan keluarganya. Karena itu, Erna harus berpikir keras supaya ekonomi keluarganya tetap stabil.

“Sejak di-PHK dari PT Dada Indonesia, saya mencoba melamar kerja lagi di sejumlah perusahaan. Pernah dua kali bekerja, tapi akhirnya harus PHK lagi,” kata dia bercerita.

Karena kondisi saat ini sedang sulit, Erna memutuskan untuk tak bekerja lagi di pabrik. Jangankan mau keterima di tempat kerja baru, yang sedang bekerja juga banyak yang dirumahkan gara-gara wabah corona.

Kalau hanya ngeluh, menurutnya, dapur keluarganya tak akan ngebul. Karena itu, bantuan dari Pemkab Purwakarta yang besarnya Rp 2 juta tersebut, dipergunakan Erna untuk modal usaha. Ibu tiga anak ini, memutuskan usaha kecil-kecilan di rumahnya. (Asep Mulyana)