Duh, Kasus Dugaan Pemalsuan Surat di Geger Bitung Belum Tahap II

Duh, Kasus Dugaan Pemalsuan Surat di Geger Bitung Belum Tahap II

INILAH, Bogor,- Kendati berkasnya sudah dinyatakan lengkap, kasus dugaan pemalsuan surat-surat, yang melibatkan Yanyan  ahli waris Yayasan Nur Hasan Bin Asmad dan Ade Tamsuri selaku mantan Kades Cijeruk belum juga tahap II.

Namun pihak Kejaksaan Negeri Kabupaten Bogor tidak bisa melakukan penahanan karena pihak penyidik Sat Reskrim Polres Bogor belum juga menyerahkan barang bukti dan tersangkanya.

"Hingga saat ini penyidik Sat Reskrim Polres Bogor belum juga menyerahkan barang bukti dan tersangkanya, nanti setelah mereka menyerahkan (tahap II) baru akan kami lakukan penahanan," kata Kasi Intel Kejaksaan Negeri Kabupaten Bogor Juanda kepada wartawan, Kamis, (22/10).

Pria asli Sumatera Barat ini menerangkan selain belum menahannya, belum tahap II nya kasus dugaan pemalsuan surat ini juga memperlambat proses sidang kasus yang diduga merugikan PDAM Tirta Kahuripan dan Indra Sukarna selaku penggugat intervensi.

"Kasus dugaan pemalsuam surat-surat yang dilaporkan oleh kuasa hukum PDAM Tirta Kahuripan ini belum tau kapan disidangnya, masih bergantung kepada penyidik Sat Reskrim Polres Bogor," terangnya.

Dihubungi terpisah, Rosadi selaku kuasa hukum PDAM Tirta Kahuripan mengaku tidak bisa berbuat banyak karena wewenang penahanan masih di tangan penyidik Sat Reskrim Polres Bogor.

"Selaku pelapor kita hanya menyerahkan berkas barang bukti pemalsuan surat harkah harta waris dan surat tidak sengketa lahan yang diterbitkan oleh Adw Tamsuri selaku Kades Cijeruk saat itu, kalau alasan tidak dilakukan penahanan mungkin pihak kepolisian tidak khawatir barang bukti dihilangkan atau tersanga melakukan lagi perbuatannya karena Ade Tamsuri bukan lagi menjabat sebagai Kades," ungkap Rosadi

Indra Sukarna selaku penggugat II kecewa karena negara kalah dengan kedua tersangka, ia sebagai pemilik lahan yang disengekatakan pun merasa dirugikan karena aliran air ke pelanggannya terputus (ditutup secara sepihak oleh Yanyan).

"Di lahan sengketa ini kan saya usaha air curah hingga kalau kasus ini terus didiamkan maka saluran air ini tetap ditutup oleh pihak Yanyan hingga saya mengalami kerugian materil, saya minta kasus dugaan pemalsuan surat ini segera ditahap II kan agar lekas ada kepastian hukum," tukas Indra. (Reza Zurifwan)