Abu Dzar, Sahabat Rasulullah dari Ghifar dan Timbangan Roti

Abu Dzar, Sahabat Rasulullah dari Ghifar dan Timbangan Roti
Ilustrasi/Net

ABU Dzar radhiallahu 'anha ialah salah seorang sahabat Rasulullah yang berasal dari Ghifar.

Beliau mempunyai anak bernama Dzar sehingga dijuluki dengan Abu Dzar. Tatkala meninggal anaknya, beliau melewati kuburannya seraya berkata, "Wahai Dzar, kesedihan mengingatmu telah menyibukkan kami dari kesedihan meratapimu. Andaikan dapat diungkapkan kata-kataku tentang dirimu."

Sebagian menyatakan bahwa beliau dijuluki Abu Dzar karena ketika beliau tidak jadi menimbang roti kemudian melihat semut di atas roti tersebut lalu menimbangnya dan mendapati bahwa timbangannya tidak bertambah sedikit pun maka beliau berkata:

"Lihatlah semut ini, tidak menambah timbangan dunia. Sesungguhnya timbangan akhirat akan tampak kesalahan dengan sesuatu yang seberat semut kecil ini." Sehingga beliau dijuluki dengan Abu Dzar (dzar berarti semut kecil).

Abu Dzar termasuk orang yang paling zuhud hingga beliau memandang bahwa sesuatu yang lebih dari kebutuhan sehari semalam tidak diperbolehkan menyimpannya. Muawiyah mengirim kepada beliau seribu dinar untuk mengujinya.

Utusan itu datang dan mengatakan kepadanya, "Muawiyah telah mengirim kepadamu uang ini." Beliau mengambilnya dan dibagikan semuanya hingga tidak tersisa sedikit pun. Kemudian orang itu datang kembali kepada Abu Dzar dengan perintah Muawiyah, lalu berkata kepadanya:

"Sesungguhnya aku salah dalam memberikan uang seribu dinar itu kepadamu. Sesungguhnya Muawiyah akan menyiksaku karena hal ini." Beliau berkata, "Wahai engkau, demi Allah, tidak ada yang tersisa sedikit pun padaku, tetapi bersabarlah hingga datang pemberian yang akan diberikan kepada kami, niscaya kami akan membayarnya kepadamu."

Wallahu a'lam. [mozaik.inilah.com]