Mensos Apresiasi Realisasi Anggaran Mencapai Rp112,178 Triliun

Mensos Apresiasi Realisasi Anggaran Mencapai Rp112,178 Triliun
istimewa

INILAH, Bandung - Menteri Sosial Juliari P Batubara mengapresiasi realisasi anggaran sebesar 82,90%. Dia menyebutkan, capaian tersebut tidak lepas dari kekompakan dan komitmen kuat jajaran Kemensos.

"Capaian ini merupakan buah dari kekompakan komitmen kuat dan kerja sama yang baik semua jajaran. Saya minta terus dipertahankan dan ditingkatkan," ucap Juliari di Kota Bandung, Jumat (23/10/2020).

Juliari menyebutkan, tanpa kekompakan dan kerja sama yang baik, Mensos memastikan hal  ini sulit bisa dicapai. Oleh karena itu, Dia mengingatkan untuk pejabat Eselon 1 dan Eselon 2 agar realisasi anggaran dijaga dan ditingkatkan.

Diketahui, per hari ini, dengan anggaran Rp134,008 triliun realisasi anggaran Kemensos mencapai Rp112,178 triliun atau 83,71%. Dengan realisasi tersebut, Kemensos menempati posisi tertinggi di antara kementerian lainnya.

Kemensos juga tertinggi dari lima Kementerian dengan anggaran terbesar. Yang tidak kalah penting realisasi anggaran Kemensos lebih tinggi dari realisasi rata-rata anggaran nasional sebesar 65,90%.

"Dari berbagai jenis belanja, belanja bansos mencatatkan realisasi tertinggi sebesar 84,90%, belanja pegawai 70, 85%, ,belanja barang 58,24%, dan belanja modal 37,63%," papar Juliari.

Sementara itu, Ketua Komisi VIII DPR Yandri Susanto memuji kinerja anggaran Kemensos. Di bawah kepemimpinan Menteri Sosial Juliari P Batubara, serapan anggaran Kemensos tertinggi di antara Kementrian lainnya dan tepat sasaran.

"Saya mengapresiasi kinerja Kementerian Sosial selama satu tahun terakhir. Kinerjanya bagus. Ditandai dengan tingginya serapan anggaran dan penyaluran tepat waktu," ungkap Yandri.

Pagu Anggaran Kemensos TA 2020 terus meningkat dari Rp62,7 triliun mengalami peningkatan menjadi Rp104,4 triliun, Rp124 triliun dan terkini Rp134,008 triliun.

Meskipun terus meningkat dan mencapai realisasi tertinggi, pengelolaan anggaran di Kemensos mematuhi prinsip-prinsip tata kelola anggaran yang transparan dan akuntabel. (Ridwan Abdul Malik)