Didominasi Klaster Pesantren, Kasus Covid-19 di Garut Bertambah 111 Kasus

   Didominasi Klaster Pesantren, Kasus Covid-19 di Garut Bertambah 111 Kasus
istimewa

INILAH, Garut-Di Kabupaten Garut, kembali terjadi peningkatan luar biasa (outbreak) kasus positif Covid-19 dengan adanya penambahan temuan konfirmasi positif Covid-19 sebanyak 111 kasus didominasi klaster pesantren, Jum'at (24/10/2020).

Temuan tersebut volume harian tertinggi penambahan kasus positif Covid-19 di Garut selama ini. Volume harian penambahan kasus positif Covid-19 sebelumnya mencapai sebanyak 63 kasus, juga pada Jum'at (16/10/2020) dengan didominasi klaster pesantren pula. 

Gugus Tugas Percepatan Penanganan (GTPP) Covid-19 Kabupaten Garut mencatat, seperti disampaikan Koordinator Humas Muksin, dari sebanyak 111 kasus baru positif Covid-19 itu sebanyak 108 kasus merupakan hasil pemeriksaan RT PCR Laboratorium RSUD dr Slamet Garut pada sebanyak 722 sampel swab. Sebanyak tiga kasus positif lainnya diperoleh dari hasil pemeriksaan RT PCR di fasilitas pelayanan kesehatan lain. 

Dengan adanya temuan sebanyak 111 kasus positif Covid-19 tersebut maka total jumlah kasus positif Covid-19 di Kabupaten Garut melonjak menjadi sebanyak 575 kasus. Tidak ada penambahan kasus kematian.

Sumber lain menyebutkan, sebanyak 108 kasus positif Covid-19 hasil pemeriksaan RT PCR Laboratorium RSUD dr Slamet Garut itu semuanya klaster pesantren tersebar di delapan kecamatan. Sebanyak 80 kasus dari Kecamatan Pangatikan, 10 kasus asal Kecamatan Pasirwangi, 6 kasus dari Kecamatan Cilawu, 5 kasus asal Kecamatan Balubur Limbangan, 3 kasus asal Kecamatan Karangpawitan, 2 kasus dari Kecamatan Kersamanah, 1 kasus dari Kecamatan Leles, dan 1 kasus dari Kecamatan Cigedug.

Klaster pesantren terbanyak mencapai 80 kasus positif Covid-19 berada di sebuah pesantren di Desa Sukarasa Kecamatan Pangatikan. Para penghuni terkonfirmasi positif Covid-19 di sana kemudian menjalani isolasi mandiri di ruangan khusus, terpisah dari yang lainnya.   

"Langkah-langkah dilakukan Pemkab Garut mengisolasi yang terkonfirmasi positif, melakukan tracing dan tracking, melakukan penyuluhan dan edukasi oleh Gugus Tugas Covid-19 Kabupaten, Kecamatan dan Desa," kata Muksin yang juga Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Garut, Sabtu (24/10/2020). 

Dia pun kembali mengingatkan masyarakat agar meningkatkan kesadaran dan kewaspadaan akan potensi penularan Covid-19 yang bisa menginfeksi siapapun, di mana pun dan kapan pun. Bukan hanya di area publik, tetapi juga di lingkungan kerja, lingkungan pesantren, dan bahkan dalam lingkungan keluarga. 

Cara mengurangi risiko penularan Covid-19 tersebut dengan tetap mematuhi protokol kesehatan di manapun berada, berupa tetap memakai masker, mencuci tangan pakai sabun, menjaga jarak, dan menjaga imunitas tubuh dengan berolahraga teratur, mengonsumsi asupan bergizi, tidak panik, serta meningkatkan keimanan kepada Alloh Yang Maha Kuasa. 

Selain penambahan kasus positif, dilaporkan juga ada penambahan jumlah pasien dinyatakan sembuh dari Covid-19 sebanyak delapan orang. Sebanyak enam orang dari Kecamatan Cilawu, dan sebanyak dua orang dari Kecamatan Samarang. Sehingga total jumlah pasien sembuh dari Covid-19 bertambah menjadi sebanyak 293 kasus.

Hingga Jum'at pukul 23.55 WIB, pasien positif Covid-19 diisolasi perawatan di rumah sakit mencapai sebanyak 187 orang, dan sebanyak 80 pasien lainnya menjalani isolasi mandiri.(zainulmukhtar)