Pengusaha Asal Baleendah Diduga Jadi Korban Mutilasi di Malaysia

Pengusaha Asal Baleendah Diduga Jadi Korban Mutilasi di Malaysia
Ilustrasi

INILAH,Bandung - Nuryanto (37), seorang pengusaha kain warga Kampung Ciodeng Desa Bojong Malaka Kecamatan Baleendah Kabupaten Bandung diduga menjadi korban mutilasi rekan bisnisnya di Malaysia, Januari lalu.

Selain Nuryanto, Ai Munawaroh yang mendampingi korban ke Malaysia turut menjadi korban mutilasi.

Pengacara korban, Hermawan mengatakan pada 17 Januari lalu, kliennya berangkat ke Kuala Lumpur, Malaysia untuk mengambil uang Rp 2 miliar dari rekan bisnisnya, M Ikbal dan M Abas yang sering menjual barang perusahaan korban.

Kemudian pada 23 Januari dijadwalkan korban kembali ke Indonesia. Namun hingga tanggal tersebut korban tidak kembali.

"Tanggal 21 Januari sudah tidak ada komunikasi dan sampai 23, klien kami enggak kembali lagi. Waktu itu kani buat surat kehilangan tanggal 25 ke kepolisian setempat bersama rekan kerjanya," Hermawan, Minggu (10/2).

Hermawan menjelaskan, sebelum berangkat ke Malaysia korban sempat memberitahunya dan istrinya bahwa akan berangkat ke Malaysia sendiri.

Namun, ketika yang bersangkutan hilang dan belum kembali, pihaknya mengecek ke maskapai penerbangan yang digunakannya dan diketahui korban berangkat bersama teman perempuan, Ai.

Menurutnya, rekan kerja korban pun mengakui jika Nuryanto datang ke Malaysia dengan teman perempuannya. Kemudian sekitar tanggal 27-28 Januari pihaknya kemudian mendapatkan informasi dari Kepolisian Sungai Buloh, Kuala Lumpur, Malaysia.

Pihak kepolisian di Malaysia menemukan mayat laki-laki dan perempuan dengan kondisi termutilasi. Ia menduga mayat tersebut kliennya karena warga Malaysia tidak ada yang melaporkan ke kepolisian keluarganya hilang.

"Saat ditelusuri oleh polisi ke tempat Nuryanto menginap, terdapat kecocokkan bajunya yang dipakai tanggal 21 saat keluar hotel dengan mayat yang ditemukan," ujarnya.

Hermawan melanjutkan, saat ini pihak keluarga sudah berangkat ke Malaysia untuk memastikan apakah mayat tersebut adalah Nuryanto dan Ai.

"Identifikasi itu harus lewat DNA. Soalnya tubuhnya sudah hancur dan terpisah-pisah. Keluarga ingin memastikan saja, kalau sudah pasti (Nuryanto) apakah mau dimakamkan disana atau di Indonesia," ujarnya.

Hermawan yang sudah menjadi pengacara korban satu tahun terakhir menjelaskan, pihaknya memperoleh informasi jika pihak kepolisian telah mengamankan rekan kerja korban yaitu M Ikbal alias Jimmy dan M Abas.

Meski belum pasti, menurutnya, pengamanan dilakukan sebab mereka berdua yang terakhir kali bertemu dengan korban dan diduga melakukan tindak pidana pembunuhan tersebut.

Dikatakan Hermawan, pihak keluarga juga telah mengirimkan foto korban, dan ternyata sesuai. Namun untuk memastikan itu benar-benar jenazah korban, pihak keluarga dan tim pengacara masih menunggu hasil test DNA yang akan keluar hasilnya dalam waktu dua minggu kedepan atau paling lama hingga sebulan ke depan.

 "Nah, yang kedua, handphone dan baju yang dia pakai ketika keluar hotel (CCTV) dan di lokasi diketemukannya mayat, ada kesamaan. Kalau keluarga Ai sudah duluan kesana dan sekarang sudah kembali ke Indonesia lagi. Belum ada hasil juga kami masih menunggu," ujarnya.