IOM ITB Tidak Ingin Membatasi Mahasiswa Karena Masalah Finansial

IOM ITB Tidak Ingin Membatasi Mahasiswa Karena Masalah Finansial
net

INILAH, Bandung - Mahasiswa yang diterima di Institut Teknologi Bandung (ITB) memiliki latar belakang beranekaragam. Salah satunya mereka yang memiliki masalah ekonomi. Meski demikian, ITB tidak ingin membatasi kesempatan belajar mahasiswa Indonesia terutama karena masalah finansial.

Ketua Ikatan Orangtua Mahasiswa (IOM) ITB Delyuzar Ilahude mengatakan, berbagai fasilitas beasiswa disediakan untuk membantu mahasiswa yang kesulitan di bidang ekonomi. Satu di antaranya beasiswa IOM.

Dia mengatakan, IOM didirikan para orang tua mahasiswa ITB untuk membantu mahasiswa yang kesulitan dari sisi finansial. Secara legal formal, IOM ITB disahkan pada 16 Desember 1974.

"Alasan dibentuk IOM sendiri karena zaman dahulu mahasiswa banyak kesulitan finansial. Sampai sekarang berjalan dengan lancar dan banyak mahasiswa tertolong oleh IOM ini. Jadi tujuannya untuk memberikan bantuan kepada mahasiswa yang kesulitan dari sisi finansial," ujar alumnus ITB Angkatan '76 itu, Senin (26/10/2020).

Delyuzar menuturkan, IOM memiliki visi untuk membentuk mahasiswa yang cerdas, tangguh, dan berakhlak mulia. Selain itu juga memiliki misi kepedulian sosial kepada mahasiswa yang memiliki kendala finansial selama kuliah.

Dia menambahkan, ada beberapa jenis bantuan atau beasiswa yang diberikan IOM kepada mahasiswa. Pertama ada dalam bentuk bantuan pembayaran SPP, kedua bantuan biaya hidup, ketiga bantuan mahasiswa tingkat akhir, keempat bantuan kesehatan, kelima bantuan untuk unit kegiatan mahasiswa (UKM), dan keenam bantuan untuk pencarian orang tua asuh.

"Saat pandemi seperti sekarang, banyak sekali mahasiswa yang kesulitan finansial karena orang tuanya terkena PHK dan efek ekonomi lainnya," pungkas Delyuzar. (Okky Adiana)