Polisi Ringkus Dua Kawanan Curanmor yang Biasa Beraksi di Wilayah Bandung Raya

Polisi Ringkus Dua Kawanan Curanmor yang Biasa Beraksi di Wilayah Bandung Raya
Foto: Dani R Nugraha

INILAH, Bandung - Jajaran Polresta Bandung berhasil mengamankan sepuluh unit kendaraan roda dua dan lima unit kendaraan roda empat jenis pick-up. Kendaran tersebut diamankan dari dua kelompok curanmor yang biasa beraksi di wilayah Bandung Raya.

"Periode kasus pencurian kendaraan bermotor ini pada 2019-2020. Kami mengungkap lagi dua kelompok, ada yang tiga orang dan dua orang, kemudian satu orang penadah. Yaitu H (35), AS (42), E (46), R (30), (DH) 27 dan ada Anak Berhadapan Dengan Hukum (ABH)," kata Kapolresta Bandung Kombes Pol Hendra Kurniawan di Mapolresta Bandung, Senin (26/10/2020).

Dia mengatakan, modus dari para pelaku kendaraan bermotor ini adalah mengintai atau mengawasi daerah-daerah yang sepi, dan parkir motor atau mobil yang  tidak terawasi dengan baik. 

"Dengan menggunakan kunci astag ini, mereka berhasil membawa kendaraan tersebut," ujarnya.

Menurutnya, ada satu kelompok curanmor yang pelakunya masih dibawah umur. Sehingga bisa disebut sebagai anak berhadapan dengan hukum (ABH). Pada saat melancarkan aksinya, ABH selalu berdua dengan temannya. Kata dia, sudah ada sembilan TKP. Yaitu di wilayah Bandung Raya terutama wilayah Polrestabes, Cimahi dan Kabupaten Bandung.

"Setelah kami pelajari, semua (pelaku) dari Kabupaten Bandung seperti Majalaya dan Ibun,"katanya.

Hendra menuturkan, masih ada pelaku yang masih dalam kategori daftar pencarian orang (DPO). Ke depan, kata dia, akan ada pengembangan sehingga masyarakat akan lebih tenang dalam menyimpan kendaraannya.

"Pasal 363 dengan ancaman hukuman tujuh tahun. Masyarakat agar lebih hati-hati karena sangat mudah sekali mengambil kendaraan, terutama jenis matic," ujarnya.

Sementara itu, salah satu pemilik kendaraan bermotor yang menjadi korban curanmor, Yasir sangat bersyukur dan berterima kasih kepada jajaran Polresta Bandung. Berkat kerja keras dari kepolisian, mobilnya bisa kembali. Dengan berurai air mata, Yasir menceritakan, mobil tersebut merupakan kendaraan yang dibeli dengan uang pensiunannya.

"Alhamdulilah ini mobil hasil dari taspen. Usaha satu-satu nya. Saya terharu," katanya.

Korban lainnya, Asep Sopian mengaku dihipnotis sebelum kendaraannya diambil pelaku di Solokan Jeruk. Awalnya, kata Asep, pelaku menanyakan alamat kepadanya.

"Waktu bulan lalu (19/9/2020), ada yang menepuk bahu, terus nyuruh-nyuruh, buang batu gitu. Saya gak sadar. Ternyata baru sadar kenapa motor gak ada, tas isi hape dan uang dompet pun gak ada," pungkas Asep. (Dani R Nugraha)