Pengedar Upal Diringkus di Gerlong, Rp800 Juta Diamankan

Pengedar Upal Diringkus di Gerlong, Rp800 Juta Diamankan

INILAH, Bandung - Satreskrim Polrestabes Bandung menangkap kelompok pembuat dan pengedar uang palsu di Kota Bandung. Saat diamankan, polisi mendapati pecahan uang palsu siap cetak senilai Rp800 juta.

Kapolrestabes Bandung Kombes Ulung Sampurna Jaya, mengatakan pengungkapan kasus tersebut berawal dari adanya laporan warga terkait aktifitas pembuatan uang palsu, di kawasan Gegerkalong, Kota Bandung. Polisi pun berhasil mengamankan empat orang pelaku berinsial KP, AS, AS,

"Kami dari Satreskrim melakukan penyelidikan dan pada akhirnya tanggal 13 Oktober kemarin, melakukan penangkapan dan penggeledahan di daerah Gegerkalong dan mendapatkan empat orang pelaku yang sedang melakukan kegiatannya, membuat uang palsu," ucap Ulung saat ungkap kasus di Mapolrestabes Bandung, Jalan Jawa, Rabu (28/10/2020).

Setelah dilakukan pemeriksaan lebih lanjut kepada para pelaku. Didapati pecahan uang palsu siap cetak senilai Rp800 juta dalam pecahan Rp. 100 ribu. Mereka mencetak uang palsu tersebut menggunakan sebuah printer berukuran besar di lokasi penangkapan.

"Barang bukti yang didapati saat ini adalah berupa printer kemudian kertas seperti uang sebanyak Rp800 juta," ungkap Ulung.

Berdasarkan keterangan para pelaku, lanjut Ulung, para pelaku telah menjalani bisnis haramnya selama 2 bulan. Selain itu, uang palsu senilai Rp. 800 juta tersebut rencanaya akan dikirimkan ke pemesan asal Kota Jakarta yang saat ini masih DPO.

"Pemesannya adalah dari Jakarta dan sedang dilakukan penyelidikan dan sedang dikejar oleh petugas, sampai saat ini belum didapati tapi terus kita kembangkan," tutur Ulung.

Saat disinggung motif pelaku membuat uang palsu. Ulung menambahkan, para pelaku tidak lain karena faktor ekonomi yang sulit. 
"Motifnya kebutuhan ekonomi," pungkas Ulung.

Atas perbuatannya, para tersangka terancam terjerat pasal 36 ayat (1) Jo. Pasal 26 ayat (1) UU nomor 7 tahun 2011 tentang mata uang dengan ancaman pidana 10 tahun dan denda 10 Miliar. Kemudian, Pasal 244 KUHP tentang pemalsuan dan mengedarkan mata uang palsu dengan ancaman pidana paling lama 15 tahun. (Ridwan Abdul Malik)