Libur Panjang, Pengelola Wisata Wajib Tekankan Protokol Kesehatan

Libur Panjang, Pengelola Wisata Wajib Tekankan Protokol Kesehatan
dok/inilahkoran

INILAH, Purwakarta – Pemerintah pusat menetapkan cuti bersama pada 28-30 Oktober 2020. Di momen libur panjang seperti sekarang ini, sebagian besar masyarakat biasanya mengisi kegiatannya dengan berwisata bersama keluarga.

Untuk itu, bagi yang hendak menghabiskan waktu liburannya mungkin tak ada salahnya mampir ke Kabupaten Purwakarta. Sebab, di kabupaten kecil kedua di Jabar ini banyak lokasi-lokasi eksotis yang bisa dikunjungi untuk berwisata. Mau itu yang lokasinya di sekitar pusat kota, maupun di peloksok desa.

Di momen liburan ini, Pemkab Purwakarta mempersilahkan para pengelola wisata untuk tetap buka. Kendati, saat ini pandemic Covid-19 masih berlangsung. Hanya saja, dalam hal ini para pengelola diimbau tetap memperhatikan protokol kesehatan sesuai arahan pemerintah.

Bupati Purwakarta Anne Ratna Mustika menuturkan, pihaknya menyadari jika di momen liburan seperti sekarang ini, pariwisata menjadi salah satu tujuan masyarakat. Atas dasar itu, menyiapkan jajarannya untuk melakukan pemantauan secara masif di tempat-tempat wisata.

“Objek wisata tetap buka. Namun, para pengelola wajib menerapkan protokol kesehatan dengan pengawasan sangat ketat. Kami juga melalui gugus tugas percepatan penangan Covid-19 akan melakukan pengawasan secara massif ke lokasi wisata yang ada,” ujar Anne, Kamis (29/10/2020).

Anne menjelaskan, keselamatan, keamanan, dan kenyamanan wisatawan selama ini jadi agenda prioritas jajarannya. Karena alasan itulah, pengawasan di berbagai sektor wisata menjadi hal penting. Apalagi, di tengah wabah corona seperti saat ini. Karena, pihaknya tidak ingin objek wisata menjadi klaster baru penyebaran Covid-19.

“Mau berwisata silahkan, asal harus tetap memperhatikan protokol kesehatan,” jelas dia.

Anne menambahkan, selama ini di wilayahnya terdapat 62 destinasi wisata. Dari jumlah tersebut, 30 di antaranya merupakan lokasi wisata alam/buatan milik swasta. Selebihnya, adalah wisata religi dan kuliner.

Adapun penekanan penerapan protokol kesehatan tersebut, sebagai bagian dari antisipasi pemerintah untuk meminimalisasi penyebaran virus corona. Pihaknya berharap, seluruh pengelola wisata bisa menjalankan arahan tersebut demi kebaikan bersama.

Selama ini pihaknya juga telah berpesan, supaya seluruh pengelola wisata wajib memperhatikan fasilitas kebersihan bagi pengunjungnya. Salah satu caranya, dengan menyiapkan tempat khusus cuci tangan berikut sabun antiseptiknya di beberapa titik lokasi wisata mereka.

Termasuk, menerapkan wajib jaga jarak dalam antrian, pembatasan tempat duduk, imbauan wajib pakai masker hingga melakukan pembatasan pengunjung yang di khawatirkan akan membludak ketika berwisata saat liburan seperti ini. (Asep Mulyana)