Peringati Sumpah Pemuda, Komunitas Tanam Pohon dan Bebersih Gedong Cai Tjibadak

Peringati Sumpah Pemuda, Komunitas Tanam Pohon dan Bebersih Gedong Cai Tjibadak
Foto: Yogo Triastopo

INILAH, Bandung - Sejumlah komunitas melakukan kegiatan bebersih, dan menanam pohon di kawasan bangunan cagar budaya Gedong Cai Tjibadak memperingati Hari Sumpah Pemuda 28 Oktober.

Tercatat ada 16 komunitas terlibat pada kegiatan ini. Di antaranya, Komunitas Cinta Alam Indonesia (CAI), Pemuda Pemidi Cipaku (Papici), dan para pemuda di Kelurahan Ledeng, Kecamatan Cidadap.

Ketua Komunitas CAI, Yadi mengungkapkan, melalui kegiatan tersebut, tim hasil kolaborasi ini berhasil mengangkut sebanyak 400 karung berisi sampah di kawasan Gedong Cai Tjibadak.

"Alhamdulillah dari 500 karung 25 kg yang kami sediakan, tersisa 100 karung. Artinya 400 karung terisi penuh oleh sampah yang berhasil disisir oleh 16 komunitas se-Kota Bandung," kata Yadi.

Camat Cidadap, Kota Bandung Hilda Hendrawan berharap masyarakat sekitar bisa lebih peduli untuk menjaga kawasan ini. Terlebih kawasan ini sudah cukup bersih melalui kegiatan para pemuda.

"Sebagai bagian dari kawasan Kawasan Bandung Utara dan daerah resapan, saya harap masyarakat agar tetap menjaga kebersihan serta lingkungan," kata Hilda.

Sementara itu, Kepala Bagian Hubungan Masyarakat Setda Kota Bandung, Sony Teguh Prasatya menaruh perhatian khusus kepada para pemuda, relawan yang terdiri dari komunitas sepeda motor serta relawan pemuda lainnya.

"Sebagai keluarga besar Pemerintah Kota Bandung dan sekaligus sebagai bagian dari warga Kota Bandung sangat senang, bangga dan mengapresiasi relawan. Mereka sangat peduli terhadap area situs Gedong Cai Tjibadak," kata Sony.

Di lain sisi, Ketua Pemuda Pemidi Cipaku (Papici), Ryma Permatasari mengatakan, kegiatan pelestarian lingkungan yang tengah dikerjakan saat ini berdampak positif terhadap lingkungan.

"Kegiatan pelestarian lingkungan ini sangat baik untuk mau melakukan perubahan ke arah positif. Khususnya untuk pemuda di Kota Bandung untuk terus menggali potensi. Untuk mau membuka diri dan empowering each other," kata Ryma. (Yogo Triastopo)