Meski Berhadapan Dengan Pasien Covid, Patuhi Prokes Perawat Ini Tetap Sehat

Meski Berhadapan Dengan Pasien Covid, Patuhi Prokes Perawat Ini Tetap Sehat
Foto: Ahmad Sayuti

INILAH, Bandung - Menjadi perawat di tengah masa pandemi Covid-19, mungkin tak pernah dibayangkan Rofik. Sebagai seorang perawat, Rofik  sudah pernah bekerja di dua rumah sakit ini harus siap berhadapan dengan pasien yang bisa saja terinfeksi virus corona alias Covid-19.

"Sudah beberapa kali saya menangani pasien dan ternyata dia terinfeksi corona. Karena sudah tugas saya menangani pasien, semua saya lakukan dengan ihklas dan penuh tanggung jawab sebagai seorang perawat,"  katanya, Kamis (29/10/2020).

Seiring berlalunya waktu sejak awal pandemi berlangsung, menurut Rofik kondisi saat ini begitu rumit. Sudah banyak isu yang simpang siur dan berkembang membuat hampir semua orang takut terpapar Covid-19.

Perasaan takut terpapar virus sempat menghampiri Rofik bersama petugas yang lainnya. Terlebih saat itu, siapapun yang terpapar seperti terkena aib.

"Awalnya saya sempat merasa takut dan khawatir terpapar, apalagi ketika harus berhadapan dengan pasien. Bahkan sempat ada pasien yang terinfeksi, kami terpaksa harus diisolasi mandiri, " ujarnya.

Namun karena dibekali edukasi dari pihak rumah sakit dan pemerintah, semua petugas harus menjalankan tugas dengan protokol kesehatan yang ketat, seperti mengenakan pakaian azmat lengkap, masker, selalu cuci tangan dan manding menggunakan sabun, perasaan itu secara bertahap hilang.

Rofik memastikan, disiplin menerapkan protokol kesehatan harus terus dilakukan dimana pun berada. Jangan anggap remeh virus corona tersebut, dan harus yakin jika Covid-19 itu ada.

"Jangan ngeyel tidak mau mengenakan masker dan mencuci tangan, dan tetap menjaga jarak. Jika kita disiplin melakukan protokol kesehatan, insya Allah kita akan terbebas dari virus corona," tambahnya.

Berkaca dari itu, Rofik selalu mengedukasi siapapun, termasuk keluarga besarnya untuk tetap disiplin melaksanakan protokol kesehatan. Bahkan ia menjadikan protokol kesehatan sebagai kebiasaan sehari-hari bagi siapapun. Di rumahnya pun, ia benar-benar menerapkan protokol kesehatan. Terlebih sang istri juga bekerja di rumah sakit.

"Saat ini, saya saat bekerja maupun berkumpul dengan keluarga tetap melakukan protokol kesehatan, terutama mengenakan masker dan mencuci tangan dengan sabun menjadi kebiasaan baru sehari-hari. Apalagi saya punya anak kecil. Kalau bukan kita, siapa lagi yang peduli kesehatan diri kita," kata pria asal Cilacap ini.

Selama pandemi Covid-19, Rofik mengaku sudah beberapa kali di rapid tes dan hasilnya selalu non reaktif. Pun begitu dengan hasil tes usap (swab test). Itu salah satu bukti, jika disiplin melakukan protokol kesehatan, semua  akan terbebas dari Covid-19.

"Intinya selalu yakin, bahwa penyakit ini bisa disembuhkan asalkan kita selalu menjalankan intruksi dari pemerintah soal protokol kesehatan," tandasnya. (Ahmad Sayuti)